Malang – Suasana di Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, berubah hening dan haru pada Senin (04/08/25) pagi.
Pukul 08.58 WIB, pesawat Hercules C130 bernomor A-1318 perlahan mendarat, membawa pulang seorang pahlawan yang gugur di langit Ciampea: Marsekal Muda (Marsda) TNI Anumerta Fajar Andriyanto.
Dibalut upacara militer, peti jenazah diturunkan dengan penuh kehormatan. Tangis pecah dari keluarga dan sahabat dekat yang menyambut kedatangan sang almarhum, yang kini telah menjadi bagian dari sejarah pengabdian TNI Angkatan Udara Indonesia.
“Almarhum sangat baik, peduli, dan aktif semasa SMA. Kami sangat kehilangan,” ujar Rahmat Santoso, sahabat lama dari SMAN 1 Malang angkatan 1989. “Beliau bukan hanya perwira tinggi, tapi juga pribadi yang rendah hati.”
Fajar Andriyanto adalah lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1962, dan saat wafat menjabat sebagai Kapoksahli Kodilatau. Atas dedikasinya, TNI AU memberikan penghormatan dengan kenaikan pangkat anumerta.
Sebelum kejadian, Fajar ikut serta dalam latihan penerbangan olahraga sipil, bagian dari keterlibatan TNI AU dalam kegiatan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).
Pesawat yang ditumpanginya jatuh hanya dalam hitungan menit, setelah lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI Arif Satriawan dalam konferensi pers menegaskan bahwa investigasi menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan penyebab jatuhnya pesawat.
“Kami berduka, tapi juga berkewajiban untuk mengungkap secara jelas penyebab insiden ini. Almarhum adalah perwira terbaik, dan kami akan mengenang jasanya dalam dunia dirgantara nasional,” ujar Arif. (YA)
Baca juga :





