Tangerang – Maskapai penerbangan pelat merah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) resmi mengumumkan susunan baru jajaran direksi dan dewan komisaris.
Susunan baru itu merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Gedung Manajemen Garuda, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham memutuskan memberhentikan Wamildan Tsani dari posisi Direktur Utama dan mengangkat Glenny H. Kairupan yang sebelumnya menjabat sebagai komisaris, sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia.
Selain itu, Thomas Sugiarto Oentoro resmi ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama, serta Balagopal Kunduvara dipercaya mengisi posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko yang sebelumnya kosong.
Direksi & Komisaris Garuda Indonesia 2025
Dewan Direksi:
- Direktur Utama: Glenny H. Kairupan
- Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
- Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
- Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim
- Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
- Direktur Teknik: Mukhtaris
- Direktur Human Capital & Corporate Service: Eksitarino Irianto
- Direktur Transformasi: Neil Raymond Nills
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo
- Komisaris: Chairal Tanjung
- Komisaris: Frans Dicky Tamara
- Komisaris Independen: Mawardi Yahya
RUPSLB tersebut dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 68,65 miliar lembar saham, setara 75,04 persen dari total keseluruhan saham dengan hak suara.
Dalam keterangan resminya, Garuda Indonesia menegaskan bahwa perubahan struktur manajemen ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari langkah strategis memperkuat proses restrukturisasi dan penyehatan perusahaan pasca-pandemi.
“Perubahan ini merupakan momentum penting untuk memastikan keberlanjutan restrukturisasi dan memperkuat daya saing Garuda di kancah global,” demikian pernyataan resmi manajemen Garuda Indonesia.
Langkah ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemegang Saham utama (Pemerintah Indonesia), melalui pengawasan dan pengelolaan BPI Danantara Indonesia.
Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat konektivitas udara nasional dan internasional, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.
Garuda diharapkan dapat memainkan peran strategis sebagai flag carrier nasional yang tidak hanya sehat secara finansial, tetapi juga mampu menghubungkan berbagai wilayah, termasuk kawasan 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Dalam konteks Visi Indonesia Emas 2045, pemerintah menaruh harapan besar agar Garuda Indonesia dapat bangkit sebagai maskapai kebanggaan bangsa yang tangguh, efisien, dan berdaya saing tinggi di kawasan Asia Tenggara. (Ep)





