Mainz, Jerman – TSG Hoffenheim gagal membawa pulang tiga poin penuh, setelah ditahan imbang 1-1 oleh tuan rumah Mainz 05.
Gol bunuh diri cepat yang tak terduga oleh bek Mainz, Andreas Hanche-Olsen, sempat membawa Hoffenheim unggul.
Namun, gol telat Danny da Costa memastikan poin harus dibagi. Pertandingan ditutup dengan drama kartu merah dan gol kemenangan yang dianulir wasit melalui tinjauan VAR.
Hasil ini krusial karena Hoffenheim berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka dalam laga tandang musim ini, meski diwarnai rasa frustrasi di menit-menit akhir.
Gol ‘Gratis’ & Peluang Emas Terbuang
Hoffenheim memulai pertandingan dengan intensitas tinggi, menunjukkan tekad untuk mencuri poin. Keunggulan didapat secara “gratis” saat pertandingan baru berjalan sembilan menit.
- Berawal dari umpan silang Wouter Burger, bola gagal dijangkau striker Fisnik Asllani dan justru mengenai Hanche-Olsen, yang membelokkannya masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri ini membuat kiper Mainz, Robin Zentner, hanya bisa terdiam.
- Setelah unggul, Hoffenheim memiliki peluang emas untuk menggandakan keunggulan, salah satunya melalui Asllani. Namun, penyelamatan gemilang Zentner pada menit 15 membuat skor tetap 1-0 hingga turun minum.
- Di sisi lain, Mainz juga sempat menyia-nyiakan peluang emas lewat Benedikt Hollerbach.
Tekanan Mainz & Gol Penyeimbang
Memasuki babak kedua, cerita pertandingan berbalik. Mainz meningkatkan tekanan secara drastis, membuat pertahanan TSG bekerja keras.
- Beberapa peluang beruntun lahir, termasuk tembakan Mwene dan sundulan Paul Nebel.
- Di tengah gempuran Mainz, Hoffenheim sempat memiliki dua peluang emas lewat pemain pengganti Tim Lemperle untuk mengakhiri perlawanan Mainz.
- Namun, lagi-lagi kegemilangan Zentner dan sapuan da Costa di garis gawang pada menit 68 menyelamatkan tuan rumah.
- Sayangnya, kepahlawanan lini belakang Hoffenheim tak bertahan lama. Pada menit ke 76, setelah situasi sepak pojok yang kacau, TSG gagal menyapu bersih bola di kotak penalti. Danny da Costa memanfaatkan kemelut tersebut dengan sigap dan menyamakan kedudukan 1-1.

Gol ini terasa sangat memukul, karena terjadi di fase krusial dan berawal dari situasi set piece yang seharusnya bisa diatasi.
Setelah gol penyama, pertandingan berubah menjadi sangat hiruk pikuk. Hoffenheim, yang tersentak, berusaha keras untuk kembali unggul.
Pada menit ke-88, pemain Mainz, Kohr, diusir keluar lapangan setelah tekel ceroboh terhadap Moerstedt. Keputusan ini dikonfirmasi setelah tinjauan VAR, membuat tuan rumah bermain dengan 10 pemain.
Puncak drama terjadi di menit ketujuh stoppage time. Bebou berhasil mencetak gol kemenangan yang disambut suka cita oleh kubu TSG.
Namun, kegembiraan itu langsung dibatalkan. Wasit Stegemann menganulir gol tersebut setelah meninjau VAR, memutuskan adanya pelanggaran handball jauh sebelum gol terjadi.
Sebuah keputusan yang sangat kontroversial, dan membuat TSG harus puas berbagi poin. Hoffenheim memang berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan di kandang lawan.
Namun, hasil imbang yang seharusnya bisa menjadi kemenangan penuh ini jelas menyisakan kepahitan, terutama dengan drama handball di detik-detik akhir.
Fokus kini beralih ke laga kandang berikutnya, dimana Hoffenheim akan berusaha menebus kegagalan ini saat mereka menjamu Augsburg di PreZero Arena. (*)
Baca juga :





