Bergamo, Italia – Siapa yang menyangka lawatan Bayern Munchen ke tanah Italia akan berakhir menjadi sesi latihan menembak di hadapan pendukung fanatik Atalanta pada Rabu (11/03/26) dinihari.
Raksasa Jerman itu tampil “kejam” dengan memberondong gawang lawan enam gol berbalas satu (6-1) di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Runtuhnya Tembok Italia
Lupakan gaya bermain konservatif. Di bawah kendali Vincent Kompany, Bayern tampil menyerang sejak detik pertama.
- Michael Olise menjadi sutradara sekaligus aktor utama malam itu. Gol pembuka Josip Stanisic bermula dari kecerdikan Olise yang melihat celah sempit saat sepak pojok.
- Tak puas hanya memberi assist, Michael Olise, pemain asal Prancis ini mempertontonkan magis kaki kirinya dengan gol melengkung indah dari jarak 20 yard di menit ke-22.
- Belum sempat Atalanta menarik napas, Olise kembali beraksi tiga menit berselang dengan memberikan umpan matang untuk Serge Gnabry yang mengubah skor menjadi 3-0 sebelum turun minum.
Pesta 6 Gol & 1 Hiburan
Memasuki babak kedua, intensitas Bayern tidak menurun. Serangan balik cepat menjadi senjata mematikan.
Nicolas Jackson (52′) dan Jamal Musiala (67′) ikut mencatatkan nama di papan skor seolah-olah pertahanan Atalanta hanyalah formalitas. Michael Olise juga mencetak brace dalam laga ini di menit ke-64.

Satu-satunya momen yang membuat fans tuan rumah bersorak adalah gol hiburan Mario Pasalic di menit akhir, yang tercipta akibat tabrakan antara kiper Jonas Urbig dan penyerang lawan.
“Ini performa yang kami harapkan. Saya bahkan merasa kami bisa cetak satu atau dua gol lagi. Kami sangat berbahaya di depan gawang sepanjang laga. Kami punya talenta dan kualitas,” ujar Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany dikutip dari Situs Resmi FC Bayern.
Sementara Manajer Atalanta, Raffaele Palladino hanya bisa terpaku di pinggir lapangan melihat timnya dikuliti habis-habisan dan sangat kesal dengan hasil pertandingan kali ini.
“Ini bukan yang kami inginkan. Kami bermain melawan tim yang mungkin terbaik di dunia. Selamat untuk mereka, mereka sangat mengesankan saya. Kami harus menerima hasil ini dan minta maaf kepada fans,” ungkap Palladino.
Dengan keunggulan lima gol, leg kedua di Allianz Arena pekan depan sepertinya hanya akan menjadi formalitas bagi FC Bayern.
Bagi Atalanta, ini adalah pelajaran mahal bahwa di Liga Champions, celah sekecil apa pun akan dibayar dengan harga yang sangat mahal. (*)
Baca juga :





