Riyadh, Arab Saudi – Sejenak, suasana tegang di pinggir lapangan Al-Awwal Park mencair ketika sosok pria berusia 71 tahun, Jorge Jesus, melepaskan setelannya yang kaku dan mulai berjoget merayakan kemenangan.
Di balik gerakan canggung pelatih veteran itu, tersimpan sebuah pesan yang mengguncang Riyadh: kutukan Al-Ettifaq telah mati, dan jalan menuju takhta juara kini terbentang tanpa hambatan berarti.
Bagi para pendukung setia Al-Nassr, tarian itu bukan sekadar perayaan gol, melainkan sinyal bahwa era penantian panjang mereka mungkin akan berakhir dengan sebuah trofi di pelukan.
Al-Nassr sukses memperlebar jarak di puncak klasemen Saudi Pro League (SPL) setelah menumbangkan “tim momok” Al-Ettifaq dengan skor 1-0 di Al-Awwal Park, Pekan ke-29.
Gol tunggal Kingsley Coman memastikan pasukan Jorge Jesus kini unggul delapan poin dari pesaing terdekat mereka, Al-Hilal.
Kemenangan ini tidak hanya bernilai tiga poin, tetapi juga menjadi kemenangan psikologis yang masif. Pasalnya, Al-Nassr sebelumnya gagal mengalahkan Al-Ettifaq dalam delapan dari 12 pertemuan terakhir mereka di liga.
Hasil ini sekaligus memperpanjang rekor gila Al-Nassr dengan 15 kemenangan beruntun musim ini.
Gol Kingsley Coman
Al-Ettifaq sebenarnya tampil sangat disiplin dengan formasi 5-3-2 yang solid. Mereka berkali-kali merepotkan pertahanan tuan rumah melalui transisi cepat yang dipimpin Georginio Wijnaldum dan Mousa Dembele.
Namun, Dembele justru menjadi sosok yang paling menyesal malam itu setelah gagal mengonversi dua peluang emas menjadi gol di babak pertama. Hukuman atas kegagalan tersebut datang seketika.
- Berawal dari pergerakan Marcelo Brozovic yang mengirim umpan kepada Cristiano Ronaldo di luar kotak penalti, tembakan keras sang mega bintang berhasil ditepis lemah oleh kiper Marek Rodak.
- Kingsley Coman yang berada di posisi tepat langsung menyambar bola muntah tersebut, untuk mencetak gol semata wayang yang mendefinisikan jalannya laga.
Meski kemenangan ini membuat posisi Al-Nassr sangat nyaman dengan keunggulan 14 poin dari peringkat keempat, mereka tidak boleh besar kepala.
Performa lini depan dalam pertandingan ini dinilai kurang menggigit, mengingatkan pada kemenangan tipis mereka atas NEOM beberapa waktu lalu. Ujian sesungguhnya baru akan dimulai di pekan-pekan mendatang.
Al-Nassr akan menghadapi tim-tim yang pernah mengalahkan mereka musim ini, termasuk laga kandang melawan Al-Ahli dan duel bergengsi Derby Ibu Kota melawan Al-Hilal. (*)
Baca juga :





