Nice, Prancis – Kelegaan luar biasa akhirnya membuncah di markas OGC Nice, setelah melewati salah satu laga paling menegangkan dalam sejarah modern klub.
Bertanding di hadapan tribun yang sunyi karena digelar tanpa penonton, skuad berjuluk Le Gym tersebut sukses mengunci tiket bertahan di kasta tertinggi Ligue, 1 setelah membantai AS Saint-Etienne dengan skor telak 4-1 pada laga leg kedua (0-0 leg pertama) babak play-off degradasi.
Pertandingan krusial yang menguras emosi ini awalnya berjalan sangat ketat dan penuh tekanan, di mana gol pembuka Jonathan Clauss sempat disamakan eksekusi penalti Zuriko Davitashvili.
Namun, kejelian taktik manajer Claude Puel dalam melakukan pergantian pemain di paruh kedua terbukti fatal bagi lawan, Nice mengamuk di sisa waktu laga dengan melesakkan tiga gol balasan instan.
Satu melalui Hicham Boudache, dan dua gol (brace) melalui Elye Wahi, memastikan Nice tetap berkompetisi di Ligue 1 untuk musim ke-25 secara berturut-turut.

Ketegangan Awal & Ledakan Pengunci Kemenangan
Sejak sepak mula, AS Saint-Etienne yang datang dengan ambisi besar langsung mengambil inisiatif serangan, dan mengurung area paruh lapangan Nice.
Skuad Les Verts berulang kali menciptakan momentum berbahaya, yang memaksa barisan pertahanan Le Gym bekerja ekstra keras demi menjaga kesucian gawang mereka.
Publik tuan rumah sempat terhenyak saat Cardona menjebol gawang Nice, namun wasit menganulir gol tersebut karena posisi Stassin sudah terjebak offside. Skor kacamata 0-0 tetap bertahan hingga turun minum.
Alur pertandingan berubah secara radikal di paruh kedua. Pergantian pemain langsung meningkatkan kreativitas serangan Les Aiglons, yang puncaknya melahirkan parade gol klinis di sisa waktu pertandingan.
- Gol Voli (62′): Berawal dari skema lemparan ke dalam jauh, lini belakang lawan menghalau bola liar yang langsung disambar Jonathan Clauss dengan sepakan kaki kiri geledek (1-0).
- Penalti Penyeimbang (79′): Saint-Etienne sempat memperpanjang napas setelah wasit menunjuk titik putih akibat handball Mendy, yang diselesaikan secara dingin oleh Zuriko Davitashvili (1-1).

- Respons Kilat (81′): Hanya dua menit pasca-kebobolan, kerja keras Wahi diselesaikan Kali Boudache lewat sepakan mendatar kaki kiri yang menaklukkan Larsonneur (2-1).
- Brace Penutup (87′, 90+2′): Elye Wahi menyempurnakan performa magisnya lewat sontekan kaki kiri memanfaatkan umpan Louchet di menit ke-87, sebelum akhirnya mencetak gol indah lewat teknik cungkil (chipping) di masa injury time (4-1).
Keterlibatan langsung Elye Wahi dalam seluruh proses 4 gol Nice pada laga itu menjadi penegas, bahwa sang striker adalah pahlawan utama di balik kepastian bertahannya klub di kasta tertinggi Prancis untuk musim 2026/2027.
Kemenangan telak di leg kedua babak play-off degradasi ini, menjadi titik krusial bagi masa depan jangka panjang Nice di sepakbola Prancis.
Evaluasi besar tentu tetap menanti manajemen di bursa transfer mendatang, agar performa buruk musim ini tidak terulang. (*)
Baca juga :





