Los Angeles, AS – Gelandang muda berbakat, Johan Manzambi, bener-bener tampil menggila dari bangku cadangan untuk menginspirasi kemenangan telak Swiss 4-1 atas sepuluh pemain Bosnia & Herzegovina pada laga kedua Grup B FIFA World Cup.
Bertanding dalam tensi yang bener-bener tinggi, bintang Freiburg berusia 20 tahun tersebut sukses memborong dua gol. Pesta gol skuat Rossocrociati kemudian disempurnakan Ruben Vargas & kapten Granit Xhaka.
Sementara Bosnia hanya sempat memperkecil ketertinggalan melalui tembakan keras Ermin Mahmic. Kemenangan impresif ini juga menobatkan Manzambi sebagai pemain pengganti tertajam sepanjang sejarah sepakbola Swiss di panggung dunia.
Petaka Kartu Merah & Transisi Kilat
Pertandingan babak kedua berjalan bertenaga, setelah kedua tim melakukan penyesuaian taktis pasca-turun minum dan bermain imbang tanpa.
- Memanfaatkan ruang kosong pasca-jeda hidrasi, Johan Manzambi memecah kebuntuan dan membakar semangat Swiss lewat tembakan first-time bener-bener keras yang menghujam jala Bosnia di menit ke-74.
- Bosnia harus bermain dengan 10 orang, setelah bek tangguh Tarik Muharemovic dijatuhi hukuman kartu merah langsung akibat melakukan pelanggaran terhadap Breel Embolo.
- Sesama pemain pengganti, Ruben Vargas, menggandakan keunggulan di menit ke-84 melalui eksekusi kaki kanan yang bener-bener cerdik, sebelum akhirnya mengirim assist untuk gol kedua Johan Manzambi (90′).

Bosnia berhasil mendapat gol hiburan melalui Ermin Mahmic di menit ke-90+3, namun Kapten Granit Xhaka mengunci kemenangan lewat penalti tenang pada menit ke-90+7.
Keberhasilan menghancurkan tembok pertahanan Bosnia mengantarkan nama Johan Manzambi masuk ke dalam buku sejarah abadi sepakbola negaranya.
Tercatat pada usia yang masih muda, yaitu 20 tahun 247 hari, Manzambi resmi dinobatkan sebagai pemain termuda Swiss yang mampu melesakkan dua gol atau lebih dalam satu pertandingan putaran final FIFA World Cup.

Tidak hanya itu, penggawa klub Freiburg ini juga memecahkan rekor sebagai pemain Swiss pertama, yang sukses mengemas multipel gol di panggung Piala Dunia dengan status sebagai pemain pengganti.
Performa luar biasa ini tidak hanya membuahkan trofi Pemain Terbaik (Superior Player of the Match), melainkan juga secara mengejutkan melambungkan nama Manzambi ke dalam bursa persaingan Golden Boot.
“Kami harus sabar dan kami memilih untuk menunggu sampai jeda hidrasi untuk melakukan perubahan taktik, jadi tim lawan tidak punya kesempatan untuk merespons. Kami memasukkan pemain-pemain yang bener-bener cepat,” ujar Murat Yakin, Pelatih Swiss dikutip dari FIFA.
Bagi kubu Bosnia dan Herzegovina, hasil minor di tangan Swiss ini menjadi pil pahit yang meruntuhkan catatan impresif mereka sebelumnya.
Kekalahan telak 4-1 ini resmi menghentikan rekor mentereng Bosnia, yang tidak tersentuh kekalahan dalam sepuluh pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi.

“Mereka menghukum kami dengan kejam, tapi ya begitulah hidup. Ini adalah kekalahan pertama kami, tapi kiamat belum tiba sekarang, masih menyisakan satu pertandingan lagi dan bakal berusaha keras untuk memenangkannya,” ungkap Pelatih Bosnia & Herzegovina, Sergej Barbarez.
Suntikan empat gol di paruh kedua menjadi bukti sahih, bahwa Swiss memiliki kedalaman skuat dan fleksibilitas taktis yang bener-bener menakutkan.
Dengan tabungan empat poin di kantong pasca-hasil imbang kontra Qatar, Swiss kini berada di atas angin untuk mengamankan tiket kelolosan dari posisi puncak Grup B. (*)
Klasemen Sementara Piala Dunia 2026 :
| Pos | Tim – Grup B | Poin |
| 1 | Kanada | 4 |
| 2 | Swiss | 4 |
| 3 | Bosnia & Herzegovina | 1 |
| 4 | Qatar | 1 |
Baca juga :





