San Francisco, AS – Ada kalanya statistik di atas kertas, runtuh oleh satu momen kecerobohan di waktu yang salah. Tim nasional Qatar mencetak sejarah baru.
Mereka berhasil merebut poin perdana sepanjang keikutsertaan Piala Dunia di luar tanah air, setelah menahan imbang Swiss 1-1 pada laga pembuka Grup B di San Francisco Bay Area, Minggu (14/06/26).
Skuat asuhan Julen Lopetegui yang sempat tertinggal akibat eksekusi penalti Breel Embolo, berhasil menyamakan kedudukan secara dramatis melalui gol bunuh diri pemain pengganti Swiss, Miro Muheim.
Hasil imbang ini menjadi tamparan keras bagi pasukan Murat Yakin, yang gagal mengonversi total 26 peluang emas akibat buruknya penyelesaian akhir.
Dominasi Tanpa Efisiensi
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Swiss langsung mengambil kendali permainan dan mengurung lini pertahanan Qatar.
- Swiss membuka keunggulan pada menit ke-17 melalui titik putih, setelah Remo Freuler dijatuhkan di kotak terlarang oleh Mahmoud Abunada. Breel Embolo yang maju sebagai eksekutor sukses mengubah skor menjadi 1-0.
- Swiss mendominasi lapangan dengan total 68 persen penguasaan bola, 7 tembakan on target, 10 tendangan sudut, dan 28 umpan silang.
- Ketika pertandingan tampak akan berakhir untuk kemenangan tipis Swiss, drama besar terjadi empat menit memasuki masa injury time (90+4).
- Berawal dari umpan silang yang dikirimkan pemain Qatar, Bek Swiss, Miro Muheim yang berniat menghalau bola dengan sundulan, justru mengarah ke gawangnya sendiri dan mengubah skor menjadi imbang 1-1 sekaligus membuyarkan kemenangan Swiss di depan mata.
“Tidak ada yang perlu disesali dari cara bermain kami. Kalau Anda melihat statistiknya, kami punya 26 tembakan hari ini, tapi akhirnya cuma seperti sekadar melakukan pemanasan buat kiper lawan. Saya pikir kami perlu mengasah akurasi dan rasa percaya diri kami lagi,” ujar Murat Yakin, Pelatih Swiss dikutip dari FIFA.
Sebaliknya, nada penuh kebanggaan diapresiasi Pelatih Qatar, Julen Lopetegui yang memuji mentalitas pantang menyerah anak asuhnya.
“Bisa berada di sini saja sudah jadi sebuah sejarah tersendiri. Mengamankan satu poin hari ini melawan Swiss, yang menurut saya merupakan salah satu tim terbaik di Eropa saat ini, adalah hal yang penting. Kami mampu bertahan melewati momen-momen sulit, tidak kehilangan ketenangan saat tertinggal, dan pada akhirnya memberi kami poin yang belum pernah ada sebelumnya.”
Skor satu sama ini sekaligus memicu selebrasi emosional bagi skuat Qatar, sembari memaksa Swiss meratapi hilangnya poin penuh di menit-menit krusial laga.
Swiss mendominasi lapangan bagaikan raksasa yang tak tertandingi, hanya untuk menyadari bahwa 26 peluru yang mereka lepaskan gagal membunuh harapan Qatar yang menolak menyerah hingga detik terakhir.
Klasemen Sementara Piala Dunia 2026 :
| Pos | Tim – Grup B | Poin |
| 1 | Swiss | 1 |
| 2 | Kanada | 1 |
| 3 | Qatar | 1 |
| 4 | Bosnia & Herzegovina | 1 |
Baca juga :





