Hampir Ditenggelamkan Dongeng RD Kongo, Kane Jaga Napas Inggris di Piala Dunia!

World Cup 2026: RD Kongo Diusir Pulang Dengan Skor 1-2 Lewat Brace Harry Kane

Atlanta, AS – Bagi para pendukung Tiga Singa, jarum jam di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, seolah bergerak dua kali lebih cepat.

Sejarah sepakbola Inggris yang angkuh mendadak terasa begitu rapuh, tepat ketika Brian Cipenga membobol gawang Jordan Pickford.

Namun, turnamen besar selalu memiliki cara untuk melahirkan pahlawan, dan sang kapten Harry Kane memastikan bahwa dongeng perlawanan RD Kongo harus berakhir dengan cara yang paling memilukan.

Inggris sukses mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026, setelah menundukkan Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) dengan skor tipis 2-1 dalam laga fase gugur yang dramatis di Atlanta.

Sempat tertinggal sejak menit-menit awal akibat gol cepat Brian Cipenga, skuat asuhan Thomas Tuchel berhasil bangkit secara heroik lewat dua gol (brace) telat Harry Kane.

Kemenangan ini tidak hanya membawa Inggris melaju ke babak perdelapan final untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, tetapi juga menjadwalkan duel klasik melawan salah satu tim tuan rumah, Meksiko.

Mimpi Buruk & Hero Moments

Pertandingan dimulai dengan kejutan besar yang langsung membungkam suporter Inggris. RD Kongo yang baru pertama kali mencicipi atmosfer babak sistem gugur sepanjang sejarah mereka, bermain tanpa beban.

Inggris vs RD Kongo – Foto: Dok. FIFA
  • Memanfaatkan kelengahan lini belakang Inggris, Chancel Mbemba dengan cerdik meneruskan umpan silang dari sektor kanan menuju tiang jauh.
  • Di sana, Brian Cipenga berdiri bebas tanpa kawalan. Dengan satu sepakan mendatar yang dingin, ia berhasil melesakkan gol internasional pertamanya. Skor 1-0 untuk RD Kongo.

Inggris yang tersengat langsung melancarkan gelombang serangan, namun mereka membentur tembok kokoh bernama Lionel Mpasi.

Kiper Kongo DR tersebut tampil kesetanan, dengan mementahkan dua sundulan matang dari Jude Bellingham. Tepat sebelum turun minum, Mpasi kembali menggagalkan tendangan voli Harry Kane memanfaatkan sepak pojok.

Melihat buntu dan kakunya lini serang, Thomas Tuchel mengambil keputusan krusial di babak kedua dengan menyegarkan sektor sayap. Masuknya Anthony Gordon menjadi katalisator perubahan permainan Tiga Singa.

  • Pada menit ke-75, Gordon melepaskan umpan silang akurat ke jantung pertahanan lawan. Harry Kane berhasil menyundul bola masuk ke gawang, mencetak gol ke-12 sepanjang kariernya di putaran final Piala Dunia sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
  • Sihir Harry Kane tidak berhenti di situ. Memasuki menit ke-86, sang kapten membuktikan kelasnya sebagai salah satu striker terbaik dunia.
Inggris vs RD Kongo – Foto: Dok. FIFA
  • Menerima bola di dalam kotak penalti, ia mengecoh pemain bertahan Kongo DR sebelum melepaskan tembakan keras tak terbendung ke tiang dekat.
  • Gol ke-13 Kane di Piala Dunia tersebut membalikkan keadaan menjadi 2-1 dan mengunci kemenangan dramatis Inggris.

Hasil itu membuat sejarah, dimana untuk pertama kalinya Inggris berhasil memenangkan pertandingan Piala Dunia setelah berada dalam posisi tertinggal saat turun minum.

Kemenangan ini juga menjaga rekor mentereng Inggris, yang tidak pernah kalah dalam 10 pertemuan terakhir melawan tim asal Afrika di ajang Piala Dunia.

Kapten Inggris, Harry Kane resmi dinobatkan sebagai Player of the Match berkat kontribusi dua gol penentu kemenangan.

Foto: Dok. FIFA

“Rasanya luar biasa, jujur saja. Pertandingan yang benar-benar gila. Mereka tim yang tangguh, tapi setelah jeda pertama kami main jauh lebih bagus, walaupun kiper mereka sempat bikin beberapa penyelamatan yang sulit dipercaya. Kita sudah masuk di fase turnamen di mana tim harus bisa menang walau harus berdarah-darah, dan itulah yang kami lakukan hari ini,” kata Kane kepada BBC Sport.

“Kami layak mendapatkannya, tapi jujur kami harus bekerja sangat keras untuk ini. Kami harus punya mentalitas seperti itu: kalau situasi di lapangan makin sulit, ya hadapi saja, jangan sampai hilang kesabaran dan kehilangan keyakinan,” ujar Thomas Tuchel, Pelatih Inggris dikutip dari FIFA.

Sementara Pelatih RD Kongo, Sebastien Desabre mengungkapkan rasa kecewanya, dan tetap memberikan apresisasi kepada tim yang sudah bermain dengan hebat.

“Kami kecewa karena kami benar-benar yakin bisa memenangkan laga ini. Kami main bagus. Sayangnya di menit-menit akhir pertandingan, kami kecolongan dua peluang dan salah satu pemain terbaik dunia mencetak dua gol ke gawang kami. Tapi kami harus tetap mengapresiasi kerja keras para pemain. Mereka mendapat banyak pelajaran berharga dari pertandingan melawan tim-tim besar seperti ini. Kami mungkin masih kalah jam terbang, tapi ya itulah sepakbola,” ungkap Desabre.

Lolos dari lubang jarum di Atlanta memberikan pelajaran mental yang sangat berharga bagi skuat Tiga Singa. Di babak 16 besar nanti, atmosfer yang jauh lebih intimidatif sudah menunggu di Stadion Mexico City.

Menghadapi tuan rumah Meksiko di depan publiknya sendiri, akan menjadi ujian pembuktian apakah Inggris punya  mental baja untuk melangkah hingga ke tangga juara, ataukah keajaiban Harry Kane hanyalah penundaan dari sebuah kepulangan. (*)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *