San Francisco, AS – Dalam rentang waktu kurang dari satu jam, Folarin Balogun berhasil merasakan semua spektrum emosi yang bisa ditawarkan oleh sepakbola level tinggi.
Penyerang AS itu melihat golnya dianulir, mencetak gol pembuka yang sah, meniru selebrasi ikonik sang dewa NBA, hingga mendapatkan respons langsung darinya, sebelum akhirnya diusir keluar lapangan sambil tertunduk lesu.
Di bawah gemerlap lampu San Francisco Bay Area Stadium, drama personal sang striker nyatanya tidak menghentikan langkah kokoh negaranya untuk terus melaju di panggung dunia.
Amerika Serikat (AS) yang bermain dengan sepuluh orang sukses membungkam perlawanan sengit Bosnia dan Herzegovina dengan skor 2-0 pada laga babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026.
Gol kemenangan skuat asuhan Mauricio Pochettino masing-masing dicetak Folarin Balogun dan eksekusi tendangan bebas mematikan Malik Tillman.
Panggung Teatral & Pengunci Kemenangan
Sejak sepak mula, Amerika Serikat langsung mengambil inisiatif serangan demi memburu gol cepat. Balogun sempat menebar ancaman nyata lewat sebuah tendangan spekulasi yang melambung tipis, sebelum ia sempat merayakan gol yang akhirnya harus dianulir wasit akibat jebakan offside.
- Keberuntungan sang striker AS asal klub Monaco itu akhirnya tiba tepat di ujung babak pertama.
- Memanfaatkan umpan terobosan akurat dari Malik Tillman yang sempat berbelok arah akibat dua kali benturan tak terduga, Folarin Balogun dengan dingin mengecoh kiper Nikola Vasilj yang mencoba maju menghadang. Skor berubah menjadi 1-0.
- Seolah belum puas dengan gol tersebut, Balogun nyaris menggandakan keunggulan di masa injury time babak pertama, namun peluang emas jarak dekatnya digagalkan oleh tiang gawang.

Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan mendadak berubah drastis pada menit ke-64. Bosnia dan Herzegovina, yang sepanjang laga lebih banyak tertekan, tiba-tiba mendapatkan angin segar yang sangat besar setelah wasit melakukan peninjauan ulang lewat teknologi Video Assistant Referee (VAR).
Balogun dianggap melakukan pelanggaran keras, karena mengangkat kaki terlalu tinggi dalam sebuah duel dengan Tarik Muharemovic.
Wasit tanpa ampun langsung mengacungkan kartu merah langsung kepada sang penyerang, memaksa tim tuan rumah bermain dengan 10 orang selama sisa waktu lebih dari setengah jam.
Kehilangan satu pilar di lini depan membuat Mauricio Pochettino langsung merapatkan barisan pertahanan. Meskipun kalah dalam jumlah pemain, AS justru membuktikan bahwa mentalitas bertanding mereka telah matang.
Sesaat setelah gol Christian Pulisic sempat dianulir karena bendera offside telah berkibar, AS mendapatkan hadiah tendangan bebas di area krusial pada menit ke-82.

Malik Tillman yang tampil impresif sepanjang laga maju sebagai eksekutor tunggal. Dengan akurasi yang luar biasa, Tillman melepaskan sepakan melengkung yang bersarang telak ke dalam gawang Bosnia dan Herzegovina.
Gol tersebut meredam seluruh sisa perlawanan tim tamu sekaligus mengunci skor akhir menjadi 2-0. Tillman resmi dinobatkan sebagai Player of the Match berkat kontribusi satu assist krusial dan satu gol tendangan bebas.
Bermain dan menang dengan sepuluh orang di fase seketat babak gugur adalah pernyataan tegas bahwa Amerika Serikat asuhan Mauricio Pochettino bukan sekadar tim yang menumpang lewat di rumah mereka sendiri.
Hasil krusial ini memastikan sang salah satu tuan rumah mengunci tiket lolos ke babak 16 besar untuk menantang raksasa Eropa, Belgia, di Seattle Stadium. (*)
Baca juga :





