Al Ahli Bungkam Wakil Jepang Machida Zelvia, Jadi Raja Asia Dua Musim Beruntun!

AFC Champions League Elite: Drama 10 Pemain, Al-Ahli Segel Gelar Lewat Gol Telat Al-Buraikan

Jeddah, Arab Saudi – Gemuruh di Stadion King Abdullah Sports City bukan sekadar sorak-sorai biasa; itu adalah suara sejarah yang sedang ditulis ulang.

Di bawah tekanan kartu merah dan gempuran wakil Jepang, Al-Ahli membuktikan bahwa di Jeddah, mereka adalah raja yang tak bisa digoyahkan.

Al-Ahli resmi mempertahankan takhta tertinggi sepakbola antarklub Asia, setelah menumbangkan Machida Zelvia dengan skor tipis 1-0 dalam laga final Liga Champions Asia Elite, Sabtu (25/o4/26).

Gol tunggal Feras Al-Buraikan di babak perpanjangan waktu menjadi pembeda, dalam laga dramatis yang berlangsung di King Abdullah Sports City Stadium.

Keberhasilan ini menjadi sangat heroik mengingat Al-Ahli harus bermain dengan 10 orang, sejak pertengahan babak kedua.

Dukungan hampir 59.000 suporter yang memadati stadion, menjadi energi tambahan bagi pasukan Matthias Jaissle untuk tetap berdiri tegak hingga menit akhir.

Kartu Merah & Eksekusi Al-Brikan

Al-Ahli memulai pertandingan dengan agresif melalui tusukan Galeno dan Ivan Toney, namun kiper Machida Zelvia, Kosei Tani, tampil luar biasa di bawah mistar.

  • Petaka bagi tuan rumah datang pada menit ke-68 ketika Zakaria Hawsawi menerima kartu merah langsung.
  • Hawsawi diusir wasit Ilgiz Tantashev setelah terbukti menanduk pemain Machida, Tete Yengi, dalam sebuah konfrontasi panas.
Al Ahli vs Machida Zelvia – Foto: Dok. Reuters

Kalah jumlah pemain memaksa Al-Ahli bermain lebih defensif. Machida Zelvia memanfaatkan celah tersebut untuk mengurung pertahanan tuan rumah.

Beruntung, kiper Edouard Mendy tampil sigap dengan melakukan dua penyelamatan krusial terhadap peluang Hiroyuki Mae dan Yuki Soma, yang memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu.

  • Meskipun dalam kondisi pincang, mentalitas juara Al-Ahli berbicara. Berawal dari visi bermain Riyad Mahrez, bintang Aljazair itu mengirimkan umpan silang melengkung dari sisi kanan menuju tiang jauh.
  • Franck Kessie yang berada di posisi strategis tidak egois dengan memberikan umpan matang kepada Feras Al-Buraikan, yang melakukan penyelesaian jarak dekat dengan tenang untuk menggetarkan gawang Machida Zelvia.

Gol tersebut sudah cukup, untuk memastikan trofi tetap bertahan di tanah Arab Saudi untuk musim kedua berturut-turut.

Kemenangan ini membuat Al-Ahli menyamai rekor rival sekota mereka, Al-Ittihad (2005), sebagai tim yang mampu meraih gelar juara secara beruntun (back-to-back). (*)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *