Riyadh, Arab Saudi – Al-Hilal resmi mengukuhkan diri sebagai penguasa tanah Saudi setelah berhasil mengangkat trofi King Cup ke-12 mereka pada Sabtu (09/05/26) dinihari.
Bermain di hadapan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, skuat asuhan Simone Inzaghi menundukkan tim kejutan Al-Kholood dengan skor tipis 2-1 melalui aksi comeback dramatis di babak pertama.
Sempat tertinggal oleh gol cepat Ramiro Enrique di menit ketiga, Al-Hilal menunjukkan mentalitas juara dengan membalikkan keadaan dalam kurun waktu lima menit melalui gol Nasser Al-Dawsari dan Theo Hernandez.
Kemenangan ini tidak hanya menambah koleksi lemari trofi mereka, tetapi juga menjadi suntikan moral krusial menjelang Derby Riyadh.
Mimpi Buruk & Tembok Kokoh
Pertandingan dimulai dengan kejutan besar yang membungkam pendukung “Si Biru”. Baru tiga menit laga berjalan, strategi libero yang diterapkan Simone Inzaghi goyah saat umpan jauh Al-Kholood membelah pertahanan Al-Hilal.
- Ramiro Enrique yang lepas dari kawalan sukses menaklukkan Yassine Bounou, membawa tim “anak bawang” Al-Kholood unggul 1-0.
- Setelah gol tersebut, Al-Kholood yang dilatih Des Buckingham langsung menarik diri ke pola pertahanan parkir bus. Strategi ini sangat efektif membuat lini serang Al-Hilal frustrasi selama hampir sepanjang babak pertama.
Al-Hilal menguasai bola, namun setiap celah seolah tertutup rapat oleh barisan pertahanan kompak tim yang baru promosi tersebut.
- Kebuntuan Al-Hilal akhirnya pecah di menit ke-42. Malcom menunjukkan aksi individu gemilang di sayap kanan sebelum melepaskan umpan silang yang memicu kemelut.
- Nasser Al-Dawsari yang bereaksi paling cepat menyambar bola muntah untuk menyamakan kedudukan. Momentum ini dimanfaatkan sepenuhnya oleh Al-Hilal untuk terus menekan.
- Tepat di masa injury time babak pertama, Sergej Milinkovic-Savic mengirimkan umpan rendah yang gagal disapu bersih pertahanan Al-Kholood.
- Bola liar jatuh ke kaki Karim Benzema yang kemudian memberikan assist matang kepada Theo Hernandez. Dengan tendangan keras mendatar ke pojok gawang, Hernandez membalikkan skor menjadi 2-1, sebuah keunggulan yang bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Babak kedua berjalan dengan tempo yang lebih terkendali bagi Al-Hilal. Meskipun Al-Kholood berusaha mencari ritme, mereka gagal mengancam gawang Bounou untuk kedua kalinya.
Namun, sorotan terbesar di sisa laga justru terjadi di menit ke-80 ketika seisi stadion bergemuruh menyambut kedatangan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Kehadirannya untuk menyerahkan medali dan trofi, menambah bobot prestisius pada malam kemenangan Al-Hilal tersebut.
Al-Kholood boleh saja pulang tanpa trofi, namun pencapaian mereka mencapai final sebagai tim promosi dan tim milik asing pertama di Saudi adalah prestasi yang patut dibanggakan.
Namun, malam ini Riyadh membuktikan bahwa pengalaman dan kematangan mental tetap menjadi pembeda di partai puncak. Al-Hilal telah menyelesaikan tugas pertama mereka dengan mengangkat piala. (*)





