Porto, Portugal – FC Porto mengamankan kemenangan dominan di Stadion Dragao, menundukkan tim tamu Malmoe dengan skor 2-1 pada putaran keenam Liga Europa.
Bintang utama laga itu adalah striker Samu Aghehowa, yang mencetak brace cepat di babak pertama, berkat kreativitas playmaker muda, Rodrigo Mora.
Kemenangan The Dragons ini hampir diwarnai clean sheet, andai saja bek Francisco Moura tidak melakukan gol bunuh diri konyol di detik-detik akhir pertandingan.
Bintang Lapangan Tengah
Sejak peluit awal, tim asuhan Francesco Farioli memperlihatkan niatnya untuk mengontrol penuh jalannya laga.
Meski sempat dikejutkan oleh blunder bek lawan, Jakub Kiwior, yang gagal dimanfaatkan Malmo, Porto segera menunjukkan kelas mereka.
- Peringatan Awal: Kiper Malmo, Robin Olsen, dipaksa kerja keras sejak awal, menepis tendangan Martim Fernandes dan menggagalkan peluang Borja Sainz.
- Aksi Samu-Pepe: Samu nyaris membuka skor lebih awal, lolos dari jebakan offside dan menyambut umpan Pepe, namun Olsen masih sigap.
- Sayap Muda: Kontribusi utama datang dari sayap muda, Rodrigo Mora, yang tampil impresif dan menjadi kunci pembuka kebuntuan.
Di pertengahan babak pertama, Porto berhasil mengonversi dominasi mereka menjadi keunggulan cepat, dengan Samu sebagai eksekutor utama.
- Gol Pembuka (30′): Mora, yang aktif di sisi lapangan, melepaskan umpan silang akurat ke tiang jauh. Samu Aghehowa melompat tinggi, mengungguli Busanello, dan sundulannya sukses merobek jala Olsen.
- Gol Kedua (36′): Hanya berselang enam menit, brace tercipta. Berawal dari umpan silang Pepe yang terdefleksi, Sainz menyundul bola ke arah Samu Aghehowa. Sang striker dengan cepat berputar dan menempatkan bola ke gawang, menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Meski Porto sempat melakukan kesalahan fatal yang hampir berbuah gol, yaitu sentuhan longgar kiper Diogo Costa yang hampir disambar Sead Haksabanovic, The Dragons berhasil lolos dari bahaya dan memasuki jeda dengan keunggulan nyaman.

Gol Penutup Aneh
Babak kedua berjalan dengan tempo yang lebih lambat, memungkinkan Pelatih Farioli melakukan pergantian strategis, termasuk menarik keluar Samu dan Mora lebih awal.
Hal ini memberikan kesempatan bagi pemain muda seperti Deniz Gul dan Angel Alarcon untuk mendapatkan menit bermain, meskipun kiper Olsen tetap sibuk dan berhasil menjaga skor agar tidak melebar.
Namun, di penghujung laga, terjadi momen yang membuat kemenangan Porto sedikit tercoreng. Dalam upaya menjaga clean sheet, Porto justru kebobolan gol yang aneh.
Sundulan Alberto Costa dari tendangan bebas membentur tiang. Bola pantul tersebut mengenai Francisco Moura dan masuk ke gawang sendiri, sebuah “komedi gol” yang tidak perlu.
Gol bunuh diri ini memperkecil skor menjadi 2-1 di menit 90+4, tepat sebelum wasit meniup peluit akhir. Di tengah Stadion Dragao yang meriah, Porto telah menunjukkan otoritas mereka di Liga Europa.
Kemenangan 2-1 ini, meskipun sedikit dinodai oleh blunder di menit terakhir, dipersembahkan sepenuhnya oleh insting tajam Samu Aghehowa dan kontrol permainan yang superior.
The Dragons mengakhiri putaran ini dengan hasil positif, dan fokus kini beralih ke tantangan domestik, sembari menunggu lawan berikutnya di kompetisi Eropa. (*)
Baca juga :





