Ponta Grossa, Brasil – Stadion Germano Kruger yang biasanya riuh mendadak menjadi panggung bisu bagi ambisi besar sang raksasa Rio de Janeiro.
Di bawah langit Ponta Grossa, Fluminense datang dengan status unggulan, namun mereka harus pulang dengan membawa teka-teki yang baru bisa dijawab di Maracana.
Sebuah laga yang membuktikan bahwa di Copa do Brasil, sejarah dan nama besar terkadang harus bertekuk lutut di hadapan disiplin pertahanan yang militan.
Fluminense dipaksa bermain imbang tanpa gol oleh tuan rumah Operario Ferroviario pada laga leg pertama babak kelima Copa do Brasil.
Meski mendominasi serangan melalui trio lini depannya, tim asuhan Luis Zubeldia gagal mencuri gol kemenangan dan membuat skor kacamata 0-0.
Dominasi Tak Berbuah Hasil
Sejak awal laga, Tricolor sebenarnya langsung mengambil inisiatif serangan.
- John Kennedy, sang pemilik nomor punggung 9, nyaris mengubah papan skor di menit ketiga setelah melakukan kerja sama apik dengan Canobbio. Namun, ketangguhan kiper Operario menjadi tembok pertama yang sulit ditembus.
- Intensitas permainan sempat meningkat menjelang akhir babak pertama. Hercules dan Samuel bergantian melepaskan tembakan berbahaya dari dalam dan luar kotak penalti. Namun, buruknya penyelesaian akhir dan blokade rapat dari barisan pertahanan tuan rumah membuat setiap peluang tersebut terbuang percuma.
Memasuki paruh kedua, Luis Zubeldia menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain lebih menekan. Peluang terbaik kembali didapatkan Guilherme Arana di menit ke-81 melalui eksekusi tendangan bebas yang meluncur deras.
Namun lagi-lagi hanya meleset beberapa inci dari tiang gawang. Skor kacamata pun bertahan hingga peluit panjang ditiup wasit. Hasil ini memastikan bahwa tiket menuju babak 16 besar masih terbuka lebar bagi kedua tim.
Fluminense wajib memenangkan laga leg kedua yang akan digelar di kandang kebesaran mereka, untuk memastikan langkah ke fase berikutnya. (*)
Hasil Lainnya Piala Brasil :
- Atletico MG vs Ceara: 2-1
- Athletico Paranaense vs Atletico GO: 0-0
Baca juga :





