Como, Italia – Di tribun Stadion Sinigaglia, seorang pria dengan aura legenda duduk diam mengamati lapangan. Ia adalah Thierry Henry. Namun, di bawah sana, drama yang tersaji jauh lebih liar daripada kehadiran sang bintang.
Sebuah kisah tentang ketahanan mental, “kegilaan” pemain sayap asal Belanda, dan kebangkitan raksasa Milan yang menolak untuk menyerah meski sempat terkapar di pinggir jurang.
Inter Milan berhasil mencatatkan kemenangan krusial dalam perburuan gelar juara Serie A setelah menundukkan tuan rumah Como dengan skor tipis 4-3.
Sempat tertinggal dua gol, Nerazzurri bangkit secara luar biasa melalui masing-masing dua gol dari Marcus Thuram dan Denzel Dumfries.
Hasil ini membuat Inter Milan kini mengoleksi 75 poin, unggul sembilan angka dari pesaing terdekatnya, Napoli, dengan hanya menyisakan enam pertandingan.
Kemenangan ini membuktikan mentalitas juara skuad asuhan Simone Inzaghi, yang mampu membalikkan keadaan di tengah atmosfer fisik dan penuh tekanan di markas Como.
Terlelap di Awal, Bangkit di Akhir
Pertandingan dimulai dengan kejutan bagi tim tamu. Como tampil percaya diri dan langsung tancap gas sejak menit awal, serta berhasil unggul 2-0 lebih dulu.
- Alex Valle membuka skor untuk Como setelah laga berjalan lebih dari setengah jam, tepatnya pada menit ke-36.
- Jelang turun minum, Nico Paz menggandakan keunggulan Como dengan memanfaatkan assist Jean Butez. Stadion Sinigaglia bergemuruh, seolah-olah Inter akan pulang dengan tangan hampa.
Namun, Marcus Thuram memulai narasi kebangkitan tepat sebelum wasit meniup peluit jeda.

- Golnya di masa injury time babak pertama mengubah skor menjadi 2-1, sebuah gol yang menurut Marcus Thuram menjadi kunci pembuka jalan bagi dominasi Inter di babak kedua.
- Memasuki babak kedua, Inter Milan langsung tancap gas. Marcus Thuram menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-49 melalui sontekan indah.
- Setelah itu, giliran Denzel Dumfries yang mengambil panggung utama. Bek sayap asal Belanda tersebut mencetak dua gol beruntun.
- Satu lewat sundulan dan satu lagi tendangan kaki kiri, yang mengubah papan skor menjadi 4-2 untuk keunggulan tim tamu.
Intensitas laga yang cukup tinggi, membuat jalannya pertandingan diwarnai hujan kartu kuning dan satu penalti yang berhasil menambah gol bagi Como melalui tendangan Lucas Da Cunha.
Meskipun Como sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti, Inter berhasil menjaga ketenangan dan mempertahankan keunggulan 4-3 hingga akhir laga.

Brace Marcus Thuram menjadi spesial, karena mencapai tonggak 10 gol musim ini. Sementara Denzel Dumfries yang menjadi MVP pertandingan, mencetak brace pertamanya di Serie A.
“Kami mencetak gol tepat sebelum babak pertama usai, dan itu benar-benar membuka jalan bagi kami di babak kedua. Ini soal bagaimana mengelola emosi. Bisa bangkit dari posisi tertinggal itu sangat vital, apalagi bisa menang seperti ini saat liga tinggal menyisakan sedikit pertandingan,” ungkap Thuram dikutip dari FCIM.
“Saya senang bisa mencetak gol, tapi membantu tim adalah yang paling penting. Setiap laga itu penting, jadi kami harus tetap fokus dan terus menatap ke depan,” ujar Dumfries usai laga.
Inter Milan tidak hanya membawa pulang tiga poin, tetapi juga mengirimkan pesan tegas kepada seluruh Italia: kapal ini sedang berlayar penuh menuju tahta juara, dan tak ada ombak yang cukup besar untuk menghentikannya.
Perburuan belum berakhir secara matematis, namun detak jantung juara itu kini terdengar semakin nyata di setiap sudut kota Milan. (*)
Hasil Lainnya Serie A :
- Lazio vs Fiorentina: 0-1
Baca juga :





