London, Inggris – Bagi Manchester City di bawah asuhan Pep Guardiola, sebuah gol tertinggal hanyalah aba-aba untuk memulai drama comeback yang akan tercatat dalam buku sejarah sepakbola Inggris.
Manchester City kembali membuktikan mentalitas juara mereka dengan menundukkan Southampton 2-1 dalam laga semifinal FA Cup yang dramatis di Stadion Wembley.
Sempat tertinggal lewat gol Finn Azaz, City bangkit di menit-menit akhir melalui aksi Jeremy Doku dan tendangan roket Nico Gonzalez.
Sengatan Southampton & Respon Kilat
Babak pertama menjadi panggung dominasi City yang sayangnya kurang klinis di depan gawang. Tijjani Reijnders hampir membawa City unggul andai sepakannya tidak membentur tiang gawang.
Di sisi lain, Southampton yang datang dengan status tak terkalahkan dalam 20 laga di semua kompetisi sempat memberikan kejutan lewat gol Leo Scienza, namun hakim garis menganulir gol tersebut karena posisi offside.
Skor kacamata bertahan hingga jeda, meski City memegang kendali penuh permainan. Laga memanas di babak kedua, ketika Jeremy Doku dan Savinho dimasukkan untuk membongkar pertahanan rapat The Saints.
- Namun, publik Wembley terperangah saat Southampton justru mencuri keunggulan lewat sepakan jarak jauh Finn Azaz yang merobek gawang James Trafford di menit ke-79.
- Merespons hal tersebut, City tidak panik. Tiga menit kemudian, Jeremy Doku menyamakan kedudukan lewat tendangan keras yang berubah arah setelah mengenai James Bree.
- Puncak drama terjadi menjelang peluit panjang dibunyikan. Nico Gonzalez, yang biasanya bertugas menjaga kedalaman lini tengah, melepaskan tendangan spektakuler dari luar kotak penalti yang memastikan tiket final bagi The Cityzens.

Hasil ini membawa Manchester City mencetak rekor sejarah, sebagai tim pertama yang berhasil mencapai final FA Cup dalam empat musim berturut-turut.
Kemenangan ini juga memastikan pasukan Pep Guardiola berpeluang menambah koleksi trofi mereka musim ini menjadi dua, setelah sebelumnya sukses mengamankan Carabao Cup.
The Cityzens sekali lagi membuktikan bahwa Wembley adalah “rumah kedua” bagi Manchester City. Dengan mentalitas baja yang tak goyah meski ditekan, City kini berdiri di ambang gelar juara ketiga FA Cup di era Pep. (*)
Baca juga :





