Lens, Prancis – Ada keheningan yang mencekam sebelum ledakan kegembiraan pecah di Stadion Bollaert-Delelis.
Paris Saint-Germain (PSG) tidak datang hanya untuk mencuri satu poin, mereka datang untuk menegaskan dominasi.
Melalui kemenangan meyakinkan 2-0 atas tuan rumah Lens pada laga tunda pekan ke-29, skuat asuhan Luis Enrique resmi dinobatkan sebagai juara Ligue 1 musim ini.
Gelar ini menjadi trofi liga ke-14 sepanjang sejarah klub, sekaligus kemenangan lima musim berturut-turut yang mengukuhkan status mereka sebagai penguasa absolut sepakbola Prancis.
Tembok Rusia & Sihir Georgia
Meski Luis Enrique melakukan rotasi pemain demi menjaga kebugaran menjelang final Liga Champions pada 30 Mei mendatang, PSG tetap tampil menggigit.
Pahlawan laga itu bukan hanya para pencetak gol, melainkan sosok di bawah mistar: Matvey Safonov.
Kiper asal Rusia ini tampil heroik dengan mementahkan rentetan peluang emas dari Edouard, Said, dan Sima yang membuat publik tuan rumah frustrasi.

- Kebuntuan pecah pada menit ke-29. Sang kapten malam itu, Ousmane Dembele, menunjukkan visinya dengan mengirimkan umpan lambung presisi yang membelah pertahanan Lens.
- Khvicha Kvaratskhelia menyambutnya dengan lari cepat dan melepaskan tembakan kaki kanan mematikan yang tak mampu dihalau kiper Risser.
- Skor 1-0 bertahan hingga menit-menit akhir sebelum pemain internasional Senegal, Ibrahim Mbaye, meledakkan pesta kemenangan lewat gol klinis di masa injury time.
Usai laga, Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique tidak segan memuji kegigihan tuan rumah.
“Ini kemenangan penting, meskipun hasilnya mungkin terasa tidak adil bagi Lens karena mereka layak mendapatkan yang lebih baik,” ujarnya dikutip dari PSG.
Enrique menekankan bahwa dari tiga trofi yang dikejar musim ini, gelar Ligue 1 adalah yang tersulit untuk dimenangkan karena menuntut konsistensi jangka panjang.

Strategi rotasi yang diterapkan Enrique terbukti ampuh. Dengan memberikan kesempatan bagi pemain seperti Dimitri Lucea untuk debut dan mengistirahatkan beberapa pilar, PSG tetap mampu menjaga level ambisi mereka.
Kemenangan ini sekaligus menjadi pemanasan mental yang sempurna, sebelum mereka mengalihkan fokus total ke partai puncak kompetisi tertinggi Eropa di penghujung Mei nanti.
Bagi Paris Saint-Germain, trofi Ligue 1 ke-14 ini hanyalah bab pembuka, dari apa yang mereka harapkan sebagai musim yang legendaris.
Lens mungkin memberikan perlawanan paling gigih yang pernah terlihat musim ini, namun pada akhirnya, mentalitas juara Les Rouge et Bleu yang berbicara. (*)
Hasil Lainnya Ligue 1 :
- Brest vs Strasbourg: 1-2
Baca juga :





