Lens, Prancis – Gemuruh di Stadion Bollaert-Delelis mencapai puncaknya pada Sabtu (09/05/26) dinihari, saat RC Lens memastikan diri kembali ke panggung elit Eropa.
Lewat perjuangan spartan selama 90 menit, anak asuh Pierre Sage sukses menaklukkan FC Nantes dengan skor tipis 1-0 dalam laga Matchday 33 Ligue 1.
Gol semata wayang dari pemain muda jebolan akademi, Mezian Mesloub, menjadi kunci yang membukakan pintu Liga Champions musim depan bagi skuat “Darah dan Emas”.
Kebangkitan Bakat Muda
Pertandingan dimulai dengan atmosfer yang “meledak”. Sebagai tuan rumah, Lens langsung mengambil inisiatif serangan dan menguasai bola hingga 80% dalam sepuluh menit pertama.
Ismaelo Ganiou dan Wesley Said berulang kali mengancam pertahanan Nantes, yang bermain sangat rapat demi menghindari zona degradasi.
Hingga turun minum, skor kacamata tetap bertahan meski Lens mengendalikan jalannya laga secara total. Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin meningkat.

- Lens sempat bersorak saat Abdallah Sima berhasil mengoyak jala gawang Nantes melalui aksi individu yang berani.
- Namun, kegembiraan itu sirna seketika setelah wasit menganulir gol tersebut karena sang striker dianggap melakukan handball.
- Ketegangan di tribun penonton baru benar-benar pecah ketika Mezian Mesloub, yang masuk sebagai pemain pengganti, melepaskan tembakan tenang yang merobek gawang Lopes di menit ke-79.
Seiring peluit panjang berbunyi, tribun Bollaert-Delelis tidak lagi sekadar bergemuruh, melainkan bergetar oleh perayaan.
Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, melainkan simbol kembalinya identitas klub di kasta tertinggi kompetisi antar-klub Eropa.
Bagi Pierre Sage, ini adalah pembuktian strategi yang matang, sementara bagi para pendukung, ini adalah mimpi yang menjadi nyata. (*)
Baca juga :





