Teror Bola Mati Aljazair Mengubur Dongeng Indah Yordania 2-1 di San Francisco!

World Cup 2026: Debut Berakhir Prematur, Amukan Sepak Pojok Pulangkan Yordania Lebih Cepat

San Francisco, AS — Tim nasional Aljazair sukses menjaga asa lolos ke babak berikutnya di ajang Piala Dunia FIFA 2026, setelah menumbangkan tim debutan Yordania dengan skor ketat 2-1 di Stadion San Francisco Bay Area.

Menghadapi situasi hidup-mati setelah sama-sama kalah di laga pembuka, skuad Aljazair sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Nizar Al Rashdan.

Namun, ketenangan taktik paruh kedua memicu pembalikan keadaan dramatis lewat dua skema bola mati, yang diselesaikan dengan sempurna oleh sundulan Nadhir Benbouali dan sontekan jarak dekat Amine Gouiri.

Shock Therapy Skuad Debutan

Pertandingan berjalan dengan tensi sangat tinggi sejak menit pertama, di mana kedua kesebelasan yang sama-sama terluka langsung beradu proaktif melancarkan serangan.

  • Yordania yang bertindak sebagai tim debutan memperlihatkan tingkat konsentrasi yang sangat impresif. Pada menit ke-36, Nizar Al Rashdan dengan posisi bebas menyepak bola masuk dan membuka skor 1-0.
  • Ketertinggalan satu gol memaksa Aljazair untuk keluar menyerang secara totalitas dan mengurung lini pertahanan anak asuh Jamal Sellami sepanjang babak kedua.
  • Kesabaran membuahkan hasil pada menit ke-69, ketika situasi sepak pojok berhasil dimanfaatkan dengan jeli oleh Nadhir Benbouali untuk menyamakan kedudukan lewat sundulan tajam.
  • Kehancuran psikologis Yordania akhirnya digenapkan delapan menit sebelum laga usai (82′), ketika skema sepak pojok lainnya melahirkan kemelut yang langsung disontek masuk oleh Amine Gouiri dari jarak dekat dan menutup skor 2-1.
Aljazair vs Yordania – Foto: Dok. FIFA

Gelar Player of the Match jatuh ke tangan Ibrahim Maza, yang tampil sebagai motor serangan utama Aljazair sepanjang 90 menit penuh drama.

Bagi Aljazair, tambahan tiga poin berharga ini menjadi fondasi krusial untuk menjaga mimpi mereka, melangkah ke babak 32 besar pada pertandingan terakhir fase grup mendatang.

Sebaliknya, bagi Yordania, peluit panjang yang ditiupkan di San Francisco menjadi penanda berakhirnya petualangan singkat mereka di panggung dunia.

Skuad asuhan Jamal Sellami harus mengemas koper lebih cepat dan meratapi kegagalan mempertahankan keunggulan, sembari membawa pulang pelajaran berharga tentang betapa kejamnya kompetisi di level tertinggi sepakbola dunia. (*)

Klasemen Sementara Piala Dunia 2026 :

Pos Tim – Grup J Poin
1 Argentina 6
2 Austria 3
3 Aljazair 3
4 Yordania 0

Baca juga :

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *