Ditahan Imbang Damac FC 1-1, Al-Qadsiah Pasrah Gelar Juara Melayang!

Saudi Pro League: Mimpi Juara Makin Tipis, Al Qadsiah Fokus AFC Champions League Elite

Riyadh, Arab Saudi – Harapan Al-Qadsiah untuk menjuarai Saudi Pro League musim ini berada di ujung tanduk, setelah ditahan imbang 1-1 oleh Damac pada pekan ke-28.

Hasil ini menjadi pukulan telak bagi skuat asuhan Brendan Rodgers, mengingat Al-Nassr kini berpeluang memperlebar jarak menjadi 12 poin jika berhasil memenangkan laga mereka akhir pekan ini.

Al-Qadsiah yang biasanya tampil tajam, justru terlihat kesulitan membongkar pertahanan Damac yang sedang berjuang menghindari zona degradasi.

Kegagalan Lini Serang & Petaka

Pertandingan yang berlangsung di tengah jadwal yang berantakan akibat dampak perang dan kompetisi AFC Champions League Elite ini, menyajikan drama yang tidak terduga.

Al-Qadsiah yang bulan lalu sempat tampil perkasa, kali ini tampak kehilangan taringnya.

  • Duet Maut Melempem: Julian Quinones dan Mateo Retegui gagal menyumbang gol, meski menyandang status sebagai duet penyerang paling berbahaya di liga.
  • Gol Pembuka: Kebuntuan baru pecah di menit ke-35 melalui aksi Nahitan Nandez yang memanfaatkan ruang kosong di depan pertahanan Damac.
  • Balasan Kilat: Kegembiraan Al-Qadsiah hanya bertahan dua menit. Valentin Vada sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan absennya Julian Weigl di lini tengah.
  • Tembok Lima Bek: Di babak kedua, Damac bermain defensif dengan formasi lima bek yang terbukti ampuh meredam setiap gelombang serangan Al-Qadsiah hingga peluit panjang berbunyi.

Bagi Al-Qadsiah, kehilangan poin untuk kedua kalinya sejak jeda internasional ini, hampir mustahil untuk dimaafkan dalam perburuan gelar juara.

Fokus tim kini harus bergeser secara realistis, untuk mengamankan posisi ketiga demi mendapatkan jatah tiket ke AFC Champions League Elite. Saat ini, mereka masih tertinggal lima poin dari target tersebut.

Dengan jadwal yang kian padat dan tekanan zona degradasi yang semakin memanas, Saudi Pro League memasuki fase paling krusial di mana kesalahan kecil bisa berakibat fatal bagi ambisi klub besar maupun kecil. (*)

Baca juga :

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *