Rio De Janeiro, Brasil – Kadang-kadang, dominasi penuh selama 90 menit tidak cukup tanpa sentuhan magis dari bangku cadangan. Dalam laga di Maracana, John Kennedy menjadi pembeda yang menjaga mimpi juara tetap hidup.
Fluminense berhasil mengamankan poin penuh setelah melalui drama sengit melawan Chapecoense AF dalam lanjutan pekan ke-13 Brasileirao.
Bertanding di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion Maracana, tim berjuluk Tricolor menang tipis 2-1 berkat gol penalti Savarino dan gol telat John Kennedy.
Dominasi Tanpa Henti & Intervensi VAR
Sejak peluit pertama dibunyikan, Fluminense menunjukkan kelasnya sebagai salah satu calon kuat juara. Serangan yang dimotori oleh Savarino dan Canobbio membuat lini belakang Chapecoense jatuh bangun.
Namun, ketangguhan kiper tim tamu sempat membuat frustrasi publik tuan rumah sepanjang babak pertama. Kebuntuan baru pecah di babak kedua, tepatnya pada menit ke-55.
- Wasit menunjuk titik putih setelah melihat tayangan ulang VAR, yang menunjukkan pemain Chapecoense melakukan handball.
- Jefferson Savarino yang tampil tenang menjalankan tugasnya dengan sempurna, mengirim kiper ke arah yang salah dan mengubah skor menjadi 1-0.
- Meskipun mendominasi, Fluminense sempat tersentak ketika Enio menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sundulan tajam di menit ke-77.
Di saat laga tampak akan berakhir imbang, Luis Zubeldia memasukkan John Kennedy, sebuah keputusan yang terbukti jenius.

Berawal dari kerja sama apik yang melibatkan umpan tumit cantik dari Soteldo, bola dikirim ke kotak penalti dan langsung disambar oleh kaki kiri John Kennedy.
Bola yang sempat menghantam mistar sebelum masuk ke gawang itu pun memastikan Maracana pecah dalam kegembiraan.
Kemenangan ini menjadi sangat krusial bagi anak asuh Luis Zubeldia. Tambahan tiga poin membawa Fluminense merangsek ke posisi ketiga klasemen dengan 26 poin, menyamai catatan rival abadi mereka, Flamengo.
Kini, fokus Fluminense terbagi ke ajang internasional, karena mereka harus bertolak ke dataran tinggi Bolivia untuk menghadapi Bolivar di ajang Copa Libertadores.
Fluminense telah membuktikan bahwa mereka memiliki kedalaman skuad untuk tetap bersaing di papan atas. (*)
Baca juga :





