La Coruna, Spanyol – Di tengah gemuruh Stadion Riazor yang baru saja pulih dari kerusakan pasca-selebrasi promosi lokal, tim nasional Irak sukses menahan imbang raksasa Eropa, Spanyol, dengan skor 1-1.
Laga uji coba terakhir di tanah Spanyol sebelum keberangkatan menuju Piala Dunia FIFA 2026 ini, menjadi panggung kontras antara dominasi taktis skuat lapis kedua La Roja, dan momen magis tak terduga dari bek Irak, Merchas Doski.
Meski Ferran Torres sempat membawa tuan rumah unggul lebih dulu, tendangan melengkung Doski dari sudut yang hampir mustahil memastikan “Singa Mesopotamia” berangkat ke Amerika Utara dengan kepercayaan diri yang membubung tinggi.
Eksperimen Berisiko & Balasan Tak Terduga
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memilih untuk mengistirahatkan hampir seluruh pilar utamanya, termasuk bintang muda Lamine Yamal yang masih dalam pemulihan cedera hamstring.
Tercatat ada delapan pemain yang melakoni debut dalam satu malam, sebuah langkah berani yang lebih mirip dengan sesi latihan terbuka ketimbang simulasi turnamen sesungguhnya.

- Spanyol memulai laga dengan kendali penuh melalui operan-operan pendek yang menjadi ciri khas mereka.
- Menit ke-15, umpan tajam Dani Olmo berhasil membebaskan Ferran Torres yang kemudian berlari kencang dari garis tengah untuk menaklukkan kiper Irak, Ahmed Basil, dengan tembakan rendah yang presisi.
- Namun, kejutan sesungguhnya lahir pada menit ke-27. Merchas Doski mengejar bola di sisi sayap kiri, dan melepaskan tembakan lob jarak jauh yang melambung melewati jangkauan tangan Joan Garcia.
- Gol internasional pertama bagi Doski ini langsung membungkam sorakan ole-ole pendukung tuan rumah, dan mengubah alur pertandingan menjadi lebih alot.
Bagi Irak, hasil imbang melawan juara bertahan Eropa ini adalah pencapaian luar biasa, mengingat perjalanan berliku yang harus mereka tempuh.
Persiapan tim asuhan Graham Arnold sempat terganggu oleh konflik regional di Timur Tengah, yang memaksa mereka menempuh perjalanan melelahkan selama dua setengah hari.
Dengan hasil ini, Irak bersiap menghadapi tantangan di grup berat bersama Prancis, Norwegia, dan Senegal di putaran final nanti.
Spanyol mungkin terbang ke Nashville dengan membawa keraguan publik terkait kedalaman skuat pelapis mereka, namun status mereka sebagai salah satu favorit juara tetap tak tergoyahkan. (*)
Baca juga :





