Houston, AS – Tim nasional RD Kongo secara luar biasa berhasil mengukir sejarah emas, setelah memaksakan hasil imbang 1-1 saat menantang raksasa Eropa, Portugal, pada laga penyisihan Grup K FIFA World Cup.
Portugal sejatinya unggul cepat lewat gol sundulan Joao Neves, namun, penyerang andalan Les Leopards, Yoane Wissa, bener-bener merusak pesta kemenangan Selecao lewat gol sundulan bertenaga.
Hasil imbang ini tidak sekadar menghasilkan poin, tapi juga gol pertama sepanjang sejarah keikutsertaan RD Kongo di Piala Dunia setelah menanti selama 52 tahun sejak debut mereka di edisi 1974.
Selain itu, hasil seri tersebut juga menahan ambisi kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, yang menorehkan rekor bersejarah sebagai pemain tertua yang tampil sejak menit awal.
Dominasi Selecao & Pemecah Kebuntuan
Sejak peluit pertama ditiupkan wasit, Portugal langsung memperlihatkan dominasi taktis yang bener-bener masif untuk mengurung barisan pertahanan Kongo DR.
- Portugal membuka keunggulan cepat setelah gelandang muda Joao Neves menyambut umpan silang akurat dari Pedro Neto dengan sundulan yang menaklukkan kiper Lionel Mpasi.
- RD Kongo perlahan keluar dari tekanan, di mana pada menit ke-10 Wissa bener-bener menebar ancaman lewat tembakan melengkung kaki kiri yang masih menyamping tipis dari gawang Diogo Costa.

- Tepat di menit ke-45+5 babak pertama, Arthur Masuaku mengirim umpan lambung yang sukses dikonversi oleh Yoane Wissa lewat sundulan bertenaga untuk menyamakan skor menjadi 1-1.
- Sesaat setelah turun minum, Joao Cancelo sempat menggetarkan jala RD Kongo lewat tendangan salto spektakuler, namun gol tersebut dianulir wasit karena ia sudah terjebak dalam posisi offside.
Laga bener-bener sengit di Grup K ini juga menjadi saksi hidup runtuhnya beberapa rekor usia, dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia berkat kehadiran Cristiano Ronaldo.
Dengan diturunkan sejak menit awal oleh tim pelatih Portugal, Ronaldo resmi menobatkan dirinya sebagai pemain selain penjaga gawang (outfield player) tertua yang pernah tampil sebagai starter di turnamen ini pada usia 41 tahun 132 hari.

Pertandingan ini juga menjadi penampilan ke-23 bagi CR7 di putaran final, menempatkan namanya sejajar dengan bek legendaris Italia, Paolo Maldini, di peringkat keempat daftar penampilan terbanyak sepanjang masa.
Sayangnya, catatan impresif itu bener-bener gagal disempurnakan oleh raihan tiga poin. Ronaldo sempat mendapat dua peluang di dalam kotak penalti RD Kongo, namun eksekusi akhirnya masih meleset dari sasaran dan skor teap bertahan 1-1 hingga laga usai.
“Mencetak gol pertama kami adalah sumber kebanggaan yang sangat besar, karena itu mencerminkan karakter dari tim ini. Hal terpenting sekarang adalah terus melangkah maju,” ujar Yoane Wissa, Penyerang RD Kongo dikutip dari FIFA.

“Ini adalah pertandingan Piala Dunia pertama saya, dan saya senang dengan performa saya sendiri. Tapi, seperti yang selalu saya katakan, yang terpenting adalah tim. Skuat ini bener-bener bersatu dan bertekad untuk menjadi lebih baik lagi,” ungkap Joao Neves, Player of The Match.
Keberhasilan mengamankan satu poin berharga ini bener-bener tidak lepas dari kedisiplinan tingkat tinggi yang diperlihatkan oleh organisasi pertahanan anak asuh Sebastien Desabre.
Bagi Portugal, hasil ini tentu menjadi tamparan keras sekaligus alarm peringatan bagi pelatih dan skuat Selecao, untuk segera membenahi efisiensi penyelesaian akhir mereka di pertandingan-pertandingan berikutnya. (*)
Klasemen Sementara Piala Dunia 2026 :
| Pos | Tim – Grup K | Poin |
| 1 | Kolombia | 3 |
| 2 | RD Kongo | 1 |
| 3 | Portugal | 1 |
| 4 | Uzbekistan | 0 |
Baca juga :





