Dallas, AS – Kapten tim nasional Inggris, Harry Kane, tampil bener-bener ciamik dengan memborong dua gol untuk membawa negaranya melibas Kroasia dengan skor 4-2 pada pertandingan pembuka Grup L FIFA World Cup yang berlangsung menegangkan.
Penyerang andalan The Three Lions tersebut melesakkan golnya melalui eksekusi penalti dan sebuah sundulan tajam.
Kroasia sempat memberikan perlawanan sengit di paruh pertama via gol Martin Baturina dan Petar Musa, sebelum akhirnya taktik ofensif pelatih Thomas Tuchel di babak kedua sukses memecah kebuntuan lewat aksi klinis.
Kemenangan impresif ini memastikan Inggris menyapu bersih laga pembuka di tiga turnamen mayor secara berturut-turut, sekaligus mengatrol posisi Kane sejajar dengan legenda besar Gary Lineker.
Drama Penalti & Pengunci Kemenangan
Pertandingan pembuka Grup L ini, langsung menyajikan atmosfer kekacauan taktis yang menghibur sejak peluit sepak mula dibunyikan.
- Noni Madueke tampil berani dengan merangsek dari sisi sayap, hingga memaksa Luka Modric melakukan pelanggaran keras di dalam kotak terlarang.
- Eksekusi pertama Harry Kane sempat ditepis, namun wasit meminta penalti diulang karena tayangan ulang memperlihatkan Dominik Livakovic keluar dari garis dan Josko Gvardiol melakukan pergerakan masuk (encroachment) lebih awal.
- Setelah sukses menceploskan penalti kedua di menit ke-12, Harry Kane mencetak gol keduanya lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok pada menit ke-42, yang membuatnya sejajar dengan rekor 10 gol Piala Dunia milik Gary Lineker.

Meskipun tertinggal dua kali oleh agresivitas lini serang Inggris, skuat asuhan Zlatko Dalic memperlihatkan organisasi permainan yang bener-bener rapi untuk menyamakan skor.
- Pada menit ke-36, sebuah skema serangan balik cepat membuat Martin Baturina berhasil menceploskan bola lewat tembakan melengkung indah.
- Drama babak pertama ditutup secara bener-bener klimaks tepat di masa injury time (45+5′). Berawal dari Ivan Perisic yang menyundul bola ke arah jalur lari Petar Musa yang langsung melepaskan tembakan voli keras yang merobek jala Pickford untuk mengubah skor menjadi 2-2 sebelum turun minum.
Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan bener-bener berubah total akibat perubahan intensitas permainan yang ditunjukkan oleh skuat The Three Lions.

Hanya dua menit setelah babak kedua dimulai, tepatnya menit ke-47, Jude Bellingham melepaskan tembakan rendah menyilang yang bersarang telak di pojok gawang untuk mengembalikan keunggulan Inggris menjadi 3-2.
Pertandingan dikunci secara mutlak pada menit ke-85. Bukayo Saka melakukan penetrasi tajam di sisi luar sebelum mengirimkan umpan matang ke dalam kotak penalti, yang langsung diselesaikan Marcus Rashford untuk menyegel skor akhir menjadi 4-2.
“Apresiasi besar buat pelatih yang memberikan kami pidato pembakar semangat saat turun minum yang seolah-olah bilang, ‘Dengar, kalau kita harus kalah, kita kalah dengan cara kita sendiri’ dan kalian bisa melihat buktinya dari bagaimana kami bermain di babak kedua. Kami langsung tancap gas,” ujar Harry Kane, Kapten Inggris dikutip dari FIFA.
Keberhasilan mengamankan tiga poin penuh atas tim tangguh sekelas Kroasia, bener-bener membuktikan bahwa Inggris di bawah era baru ini memiliki ketahanan mental yang bener-bener solid.
Skenario “gas pol” di paruh kedua bener-bener menjadi bukti sahih, bahwa ketika Inggris bermain dengan intensitas tertingginya, mereka adalah kekuatan yang bener-bener sulit diredam oleh tim mana pun di dunia. (*)
Klasemen Sementara Piala Dunia 2026 :
| Pos | Tim – Grup L | Poin |
| 1 | Inggris | 3 |
| 2 | Ghana | 3 |
| 3 | Panama | 0 |
| 4 | Kroasia | 0 |
Baca juga :





