Miami, AS — Ada saat-saat di mana dominasi sebuah tim tidak lagi diukur dari seberapa lama mereka menguasai bola, melainkan dari bagaimana mereka menghapus mimpi sebuah bangsa hanya dalam kurun waktu 45 menit.
Tim nasional Brasil sukses mengamankan kemenangan telak 3-0 atas Haiti, dalam pertandingan kedua babak penyisihan Grup C Piala Dunia 2026.
Keberhasilan memetik tiga poin penuh ini membawa Selecao mengudeta Maroko dari puncak klasemen sementara Grup C, berkat keunggulan selisih gol.
Penyerang Manchester United, Matheus Cunha, tampil gemilang dengan mencetak dua gol, sementara bintang Real Madrid, Vinicius Jr, melengkapi pesta gol di masa injury time.
Kekalahan ini sekaligus memastikan Haiti menjadi negara pertama, yang harus angkat kaki lebih cepat dari turnamen Piala Dunia 2026, meski masih tersisa satu laga kontra Maroko.
Kombinasi Maut Vini-Cunha
Butuh waktu lebih dari 20 menit bagi juara dunia lima kali ini, untuk membongkar pertahanan rapat Haiti. Namun, begitu mesin permainan mereka mulai panas, laju tim raksasa Amerika Selatan ini tidak terbendung lagi.

- Gol Pembuka (Menit ke-23): Vinicius Junior memicu petaka pertama bagi pertahanan Haiti lewat sepakan keras, yang gagal diantisipasi dengan sempurna kiper Johnny Placide. Bola liar langsung disambar Matheus Cunha yang berada di posisi tepat.
- Gol Kedua (Menit ke-36): Hanya berselang 13 menit, kombinasi lini depan ini kembali membuahkan hasil. Memanfaatkan momentum setelah merebut bola di lini tengah, Vini Jr mengirimkan umpan terobosan akurat yang diselesaikan Matheus Cunha lewat tembakan keras ke pojok atas gawang.
- Gol Ketiga (Menit ke-45+3): Menjelang turun minum, Vinicius Junior berganti peran menjadi eksekutor. Menerima operan manis dari Lucas Paqueta, ia dengan tenang menyontek bola melewati sela-sela kaki Placide.
Perjuangan Terakhir Haiti
Memasuki paruh kedua, Selecao mulai mengendurkan intensitas serangan dan memilih untuk mengelola tempo permainan dengan lebih santai.
Meski demikian, beberapa peluang emas untuk menambah keunggulan tetap tercipta di lapangan. Penyerang muda Endrick juga sempat menggetarkan jala gawang Haiti, namun dianulir akim garis karena terjebak posisi offside.
Di sisi lain, Haiti yang tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1974, terus berjuang sekuat tenaga untuk mencetak gol perdana mereka di turnamen ini.
Sayangnya, seluruh gelombang serangan negara Karibia tersebut selalu mentok di tangan ketangguhan penjaga gawang Brasil, Alisson.

Kemenangan meyakinkan ini tidak hanya berarti tiga poin bagi Brasil, melainkan juga menorehkan tinta emas baru dalam buku sejarah sepakbola dunia.
Dua gol dari Matheus Cunha membantu Brasil resmi menyalip Jerman, sebagai negara dengan produktivitas gol tertinggi sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total 240 gol.
Bagi Cunha pribadi, ini merupakan gol perdana di panggung Piala Dunia sekaligus gol keduanya bersama tim nasional senior.
Atas kontribusi krusialnya yang membidani dua gol awal dan mencetak satu gol penutup babak pertama, Vinicius Jr dinobatkan sebagai Superior Player of the Match dalam laga ini.
Hasil pertandingan ini mengubah peta persaingan di Grup C menjadi semakin sengit. Langkah bersejarah Haiti dipastikan akan berakhir, setelah laga pamungkas mereka melawan Maroko.
Sementara itu, di hari yang sama, Brasil akan langsung mengalihkan fokus mereka untuk menghadapi laga hidup-mati melawan Skotlandia di Miami. (*)
Klasemen Sementara Piala Dunia 2026 :
| Pos | Tim – Grup C | Poin |
| 1 | Brasil | 4 |
| 2 | Maroko | 4 |
| 3 | Skotlandia | 3 |
| 4 | Haiti | 0 |
Baca juga :





