Estoril, Portugal – Ada paradoks yang menyakitkan dalam sepakbola, ketika keperkasaan di atas lapangan sepanjang musim justru berujung pada podium ketiga yang sunyi.
Melakoni laga pamungkas Liga Portugal di Estadio Antonio Coimbra da Mota, Benfica melenggang mulus meraih kemenangan 3-1 atas tim tuan rumah, Estoril.
Skuad berjuluk The Eagles tersebut tampil menggebrak sejak sepak mula, lewat gelontoran tiga gol kilat yang masing-masing dicetak oleh Richard Rios, Alexander Bah, dan Rafa Silva.
Amukan Kilat 16 Menit
Pertandingan dimulai dengan intensitas yang sangat tinggi, di mana kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka.
- Benfica sukses membuka keunggulan saat laga baru berjalan tujuh menit, ketika umpan silang Andreas Schjelderup yang sempat berbelok arah dibaca dengan cerdik dan dituntaskan oleh Richard Rios.
- Dominasi The Eagles kian tidak terbendung, akibat kelalaian barisan belakang tim tuan rumah yang kerap terlambat mengantisipasi transisi cepat.
- Pada menit ke-15, Richard Rios mengirimkan umpan sepak pojok akurat yang diteruskan oleh Tomas Araujo menuju tiang jauh, di mana Alexander Bah berdiri bebas tanpa kawalan untuk mengubah skor menjadi 2-0.
- Hanya berselang satu menit kemudian (16′), giliran kerja sama taktis antara Bah dan Gianluca Prestianni, yang berhasil membebaskan Rafa Silva untuk menaklukkan kiper Estoril guna memperlebar keunggulan menjadi 3-0 hingga turun minum.

Memasuki paruh kedua, Estoril yang diasuh oleh Ian Cathro mencoba bangkit dan memberikan perlawanan melalui pergerakan Goncalo Costa serta Yanis Begraoui yang finis sebagai top skor ketiga liga dengan koleksi 20 gol.
Namun, kokohnya pertahanan Benfica membuat upaya tuan rumah baru membuahkan hasil di masa injury time lewat gol hiburan yang dicetak oleh Peixinho.
Laga penuh drama ini tidak hanya menjadi panggung pembuktian efisiensi serangan kilat Benfica, melainkan juga diselimuti atmosfer emosional berkat prosesi perpisahan gelandang legendaris Pizzi.
Hasil positif ini resmi menorehkan rekor unik yang terkesan ironis bagi Benfica, mereka sukses menutup kompetisi domestik dengan status tak terkalahkan sepanjang musim.
Namun harus berlapang dada finis di peringkat ketiga klasemen akhir, dan terpaksa puas hanya mengamankan tiket Europa League untuk musim depan. (*)
Baca juga :





