New York, AS – Skenario megah tersaji di Stadion New Jersey, ketika tim nasional Prancis melaju mulus ke babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 usai melibas Swedia dengan skor telak 3-0 pada laga babak 32 besar.
Kapten jersi nomor 10 Les Bleus, Kylian Mbappe, tampil sebagai dirigen utama lewat torehan dua gol fantastis, melengkapi gol bertenaga Bradley Barcola.
Ledakan performa sang megabintang tidak sekadar mengamankan kelolosan armada Didier Deschamps, melainkan resmi menempatkannya sendirian di posisi kedua daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia.
Kini dengan total koleksi 18 gol, Kylian Mbappe hanya berjarak satu gol saja di belakang takhta Lionel Messi.
Kemenangan mutlak di kota New York ini membuktikan bahwa start sempurna Prancis pasca-fase grup yang tanpa cela, bener-bener disokong kedalaman skuad bertabur bintang yang mengerikan bagi siapa pun lawan mereka.
Kreativitas Tanpa Batas
Bermodalkan performa impresif sejak fase grup, Prancis langsung menyajikan sebuah kelas tersendiri, dalam urusan menyerang dengan menggempur lini pertahanan Blagult (julukan timnas Swedia) lewat serangan bertubi-tubi.
- Gempuran Tiang Gawang: Prancis melepaskan total 15 tembakan di babak pertama, di mana satu upaya Mbappe dianulir karena offside, serta satu tembakan lainnya membentur tiang gawang.
- Aksi Akrobatik Olise: Michael Olise nyaris mencetak gol yang bener-bener spektakuler lewat eksekusi tendangan salto, yang sayangnya masih menghantam mistar gawang Swedia.
Kebuntuan bener-bener pecah tepat pada stroke paruh waktu (menit ke-45) melalui kerja sama taktis. Ousmane Dembele mengirim umpan dari skema sepak pojok pendek di sisi kiri kepada Mbappe.

Kylian Mbappe kemudian meliuk-liuk menari melewati sepasang bek Swedia, sebelum menghujamkan tembakan keras mematikan ke pojok jauh gawang Jacob Zetterstrom.
Memasuki paruh kedua pertandingan, Prancis sama sekali tidak mengendurkan intensitas serangan mereka untuk mengurung barisan pertahanan Swedia.
- Deretan galaksi bintang Les Bleus kembali unjuk gigi di awal babak kedua, berkat visi bermain Michael Olise yang bener-bener sulit dihentikan para pemain bertahan lawan.
- Olise mengirimkan umpan terobosan manis yang membelah pertahanan Swedia, memanjakan Bradley Barcola untuk melepaskan tendangan bertenaga dari dalam kotak penalti pada menit ke-53.
- Kiper Swedia, Jacob Widell Zetterstrom, dipaksa bekerja ekstra keras melakukan penyelamatan krusial, demi mementahkan peluang Jules Kounde serta peluang lain dari Olise agar skor tidak kian membengkak.
- Kylian Mbappe akhirnya menyempurnakan brace atau gol keduanya dalam laga ini pada menit ke-74, lagi-lagi berkat asis kedua yang dilepaskan secara manja oleh Michael Olise.
Sontekan tenang sang kapten Prancis sukses mengunci kemenangan 3-0, sekaligus mengukir deretan rekor individu yang bener-bener elitis di buku sejarah sepakbola.

Gol kedua tersebut menandai koleksi gol ke-6 miliknya sepanjang putaran final Piala Dunia 2026. Dari total 18 penampilan di ajang Piala Dunia sejak debutnya, Mbappe menorehkan rasio fantastis tepat satu gol di setiap laga.
Tambahan dua gol ini mengukuhkan posisi Mbappe sebagai pemegang rekor Piala Dunia, sebagai pencetak gol terbanyak di fase gugur dengan total 10 gol.
Rasio gol kilat yang dimiliki Mbappe membuat peluang terjadinya pergeseran takhta top skor sepanjang masa antara dirinya dengan Lionel Messi, hampir pasti akan menjadi sajian utama yang paling dinantikan dalam beberapa hari ke depan.
Dengan tiket babak 16 besar yang sudah aman di dalam genggaman, Prancis kini mengalihkan fokus mereka untuk menantang Paraguay pada laga hidup-mati selanjutnya.
Les Bleus melangkah ke Philadelphia bukan lagi sekadar untuk mempertahankan start sempurna mereka, melainkan memastikan bahwa legasi emas generasi ini akan tertulis dengan tinta paling megah di akhir kejuaraan dunia. (*)
Baca juga:





