Texas, AS – Tanjung Verde, sebuah negara kepulauan yang menyandang status sebagai negara terkecil ketiga yang pernah berlaga di putaran final global, resmi menulis kisah dongeng mereka sendiri setelah berhasil menahan imbang Arab Saudi 0-0 dalam laga terakhir Grup H Piala Dunia FIFA pada Sabtu (27/06/26).
Hasil tanpa gol yang diraih di atas rumput lapangan hijau tersebut sudah lebih dari cukup, untuk mengunci tiket bersejarah menuju babak 32 besar sebagai runner-up grup mendampingi Spanyol.
Kelolosan luar biasa skuad asuhan Bubista ini terbilang unik sekaligus langka, karena mereka melaju ke fase gugur dengan mengoleksi tiga poin dari tiga hasil imbang beruntun di sepanjang fase grup.
Tembok Kokoh The Blue Sharks
Sejak awal turnamen, tim berjuluk The Blue Sharks ini memang sudah menolak untuk sekadar menjadi pelengkap panggung. Kejutan demi kejutan berhasil mereka rangkai sejak laga pembuka.
- Sebelum berhasil meredam agresivitas Arab Saudi, Tanjung Verde sudah terlebih dahulu membuat publik sepakbola terperangah.
- Mereka sukses menahan imbang sang juara Eropa di pertandingan pertama, sebelum kemudian memaksa raksasa Amerika Latin, Uruguay, bermain sama kuat dengan skor akhir 2-2.
- Kombinasi hasil konsisten tersebut, ditambah dengan kemenangan Spanyol atas La Celeste di pertandingan lain, akhirnya meloloskan Tanjung Verde dan Spanyol dari ketatnya persaingan Grup H.

Sebaliknya, hasil ini memaksa Arab Saudi menyudahi langkah mereka di posisi buncit klasemen akhir grup dengan raihan dua poin. Jalannya laga penentu melawan Arab Saudi sendiri sebenarnya berlangsung sangat ketat.
Di paruh pertama, kedua kesebelasan tampak sama-sama mengalami kebuntuan dan kesulitan untuk mengembangkan permainan guna menciptakan peluang emas.
Meski diwarnai dengan rentetan kegagalan di penyelesaian akhir, raihan satu poin ini sudah cukup bagi negara kepulauan tersebut untuk mencatatkan sebuah statistik emas.
Tanjung Verde kini resmi menjadi negara pertama sejak Chile di Piala Dunia Prancis 1998, yang berhasil melangkah keluar dari fase grup setelah mencatatkan hasil imbang di seluruh pertandingan mereka.
Ketangguhan kolektif lini tengah mereka sepanjang pertandingan juga mendapat apresiasi tinggi dari panelis turnamen, di mana gelandang Deroy Duarte secara resmi dinobatkan sebagai Player of the Match.
Petualangan magis ini dipastikan belum berakhir. Langkah bersejarah menuju babak 32 besar ini langsung menempatkan mereka pada ujian tertinggi sepakbola modern.
Pelatih Bubista kini harus segera mematangkan strategi dan mental anak asuhnya. Jadwal berat sudah menanti, di mana mereka akan menantang sang juara bertahan turnamen, Argentina. (*)
Klasemen Akhir Piala Dunia 2026 :
| Pos | Tim – Grup H | Poin |
| 1 | Spanyol | 7 |
| 2 | Tanjung Verde | 3 |
| 3 | Uruguay | 2 |
| 4 | Arab Saudi | 2 |
Baca juga :





