Kansas, AS – Ada saat di mana sebuah pertandingan sepakbola berubah dari duel taktis yang alot, menjadi sebuah pertunjukan pembantaian kilat yang kejam.
Tim nasional Aljazair sukses menutup rangkaian persiapan akhir mereka menuju Piala Dunia FIFA 2026 secara spektakuler, lewat kemenangan telak 4-0 atas Bolivia pada laga uji coba Kamis (11/06/26).
Pesta gol skuad The Greens di laga pemanasan pamungkas ini, menjadikan lini serang sangat efisien di bawah arahan pelatih Vladimir Petkovic.
Keran gol dibuka sontekan Aissa Mandi, disusul amukan instan Amine Gouiri yang melesakkan dua gol, sebelum akhirnya ditutup dengan manis oleh gol pamungkas Anis Hadj Moussa.
Kemenangan dengan kontrol kolektif yang matang serta intensitas tinggi ini, menjadi modal psikologis yang sangat meyakinkan bagi Aljazair sebelum memasuki kompetisi resmi.
Revolusi Tak Terduga & Badai 5 Menit

Sejak peluit pertama dibunyikan, Aljazair langsung memperagakan permainan agresif, dengan penguasaan bola yang dominan untuk membongkar pertahanan Bolivia yang tangguh.
Skuad The Greens berulang kali membangun skema serangan terstruktur, dan menciptakan beberapa peluang emas di sepanjang paruh pertama.
Namun, lini belakang Bolivia sempat tampil kokoh dan membuat barisan depan Aljazair frustrasi. Momen yang dinantikan publik Aljazair akhirnya lahir tepat satu menit sebelum turun minum.
- Memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan lawan di menit ke-45, bek senior Aissa Mandi berhasil merangsek maju dan melepaskan tembakan akurat yang menggetarkan jala gawang Bolivia.
- Memasuki babak kedua, pelatih Vladimir Petkovic menurunkan susunan sebelas pemain awal yang sama sekali baru di lapangan, guna memberikan menit bermain serta melakukan penyesuaian akhir skuad jelang Piala Dunia.
- Amine Gouiri langsung mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-57, setelah menuntaskan kerja sama kolektif tim untuk menggandakan keunggulan Aljazair menjadi 2-0.
- Belum sempat pemain Bolivia menata ulang barisan pertahanan mereka, dua menit berselang Amine Gouiri kembali mengamuk dan mencetak gol keduanya (brace) untuk merubah kedudukan menjadi 3-0.

Hanya berjarak tiga menit dari gol ketiga, Anis Hadj Moussa menyempurnakan rentetan serangan ofensif Aljazair dengan melesakkan gol keempat yang mengunci papan skor menjadi 4-0.
Gelontoran empat gol tanpa balas ke gawang Bolivia menjadi bukti sahih, bahwa kedalaman skuad yang dimiliki Vladimir Petkovic telah berada dalam kondisi siap tempur.
The Greens menunjukkan bahwa daya ledak lini serang mereka tidak menurun sedikit pun, meski harus melakukan pergantian sebelas pemain secara radikal di atas lapangan.
Usai merampungkan uji coba terakhir, fokus penuh Aljazair kini langsung diarahkan pada pertandingan pertama mereka di putaran final Piala Dunia FIFA 2026 menantang tim raksasa, sang petahana Argentina. (*)
Baca juga :





