Riyadh, Arab Saudi – Winger lincah Khalid Al-Ghannam mengirim pesan kuat, kepada pelatih tim nasional Arab Saudi lewat aksi akrobatik yang memukau.
Pemain berusia 25 tahun tersebut mencetak gol salto spektakuler dalam kemenangan tandang 3-1 Al-Ettifaq atas Al-Akhdoud di Stadion Najran.
Kemenangan ini tidak hanya menjaga harapan Al-Ettifaq untuk menembus zona play-off Liga Champions Elite, tetapi juga mengukuhkan Al-Ghannam sebagai salah satu talenta lokal paling produktif di Liga Pro Saudi musim ini.
Donasi satu golnya membuat Al-Ghannam kini mengantongi 11 gol dan 4 assist, menempel ketat rekor Salem Al-Dawsari sebagai pemain lokal dengan kontribusi gol terbanyak.
Gol Akrobatik Menembus Piala Dunia
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal, namun Al-Ettifaq baru berhasil memecah kebuntuan sesaat sebelum turun minum melalui gol Alvaro Medran (45+1′).
- Memasuki babak kedua, tuan rumah sempat memberikan ancaman serius ketika Juan Pedroza (60′) menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
- Namun, panggung utama malam itu mutlak milik Khalid Al-Ghannam. Pada menit ke-74, memanfaatkan sapuan bola yang lemah dari bek lawan, Al-Ghannam melompat di udara dan melepaskan tendangan salto yang menghujam deras ke gawang Samuel Portugal.
- Gol indah ini seakan meruntuhkan mental bertanding tuan rumah, sebelum akhirnya Georginio Wijnaldum (79′) mengunci kemenangan menjadi 3-1 lima menit kemudian.
Performa apik Khalid Al-Ghannam musim ini menjadi sinyal positif bagi pelatih timnas Saudi, mengingat Piala Dunia FIFA 2026 akan digelar musim panas ini. Konsistensi Al-Ghannam di level klub menjadi modal berharga.
Ia tercatat pernah bekerja di bawah asuhan Donis saat dipinjamkan ke Al-Fateh, di mana ia mulai menunjukkan bakat besarnya.
Kemenangan ini membuat Al-Ettifaq mengoleksi 45 poin, dan kini duduk di peringkat ketujuh klasemen sementara.
Sementara kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Al-Okhdood , yang terancam degradasi di posisi ke-17. Klub asal Najran tersebut kini semakin terperosok, dengan hanya mengantongi 16 poin dari 30 laga.
Mereka terpaut 10 angka dari zona aman dengan hanya empat pertandingan tersisa, sebuah misi yang nyaris mustahil untuk bertahan di kasta tertinggi. (*)
Baca juga :





