Cardiff, Wales – Tim nasional Ghana harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 1-1 oleh tuan rumah Wales dalam laga uji coba internasional yang berlangsung di Stadion Cardiff City.
Sempat unggul lebih dulu lewat sontekan jarak dekat pemain pengganti Caleb Yirenkyi, kemenangan The Black Stars yang sudah di depan mata mendadak buyar di masa injury time.
Sundulan tajam pemain Wales, Lewis Koumas, yang memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan sukses menyamakan kedudukan.
Hasil imbang di tengah laga perayaan 150 tahun sepakbola Wales ini menjadi ujian krusial bagi pelatih anyar Ghana, Carlos Queiroz, yang baru sepekan meramu taktik tim menjelang bergulirnya putaran final Piala Dunia FIFA 2026.
Efek Instan & Petaka Menit Krusial
Memulai pertandingan dengan formasi solid yang mengandalkan duet Jordan Ayew dan Prince Kwabena Adu di lini depan, Ghana sempat kesulitan membongkar rapatnya pertahanan Wales di babak pertama.

Kebuntuan taktik ini memaksa Carlos Queiroz melakukan perombakan besar-besaran di paruh kedua pertandingan. Masuknya winger Olympique Lyon, Ernest Nuamah, di sisi sayap kanan langsung mengubah alur permainan.
Kecepatan dan kelincahannya berulang kali merepotkan barisan pertahanan tuan rumah, hingga melahirkan kemelut di depan gawang Wales.
- Caleb Yirenkyi yang baru masuk menggantikan lini serang pada menit ke-60, hanya membutuhkan waktu enam menit di lapangan untuk mencetak gol dan membuka skor 1-0 bagi Ghana.
- Memanfaatkan bola liar hasil serangan berbahaya yang dimotori Nuamah, Yirenkyi dengan tenang melakukan tap-in jarak dekat untuk mencetak gol internasional pertamanya di level senior.
- Ketika para pemain Ghana bersiap merayakan kemenangan, kelengahan di barisan pertahanan justru berakibat fatal.
- Tepat tiga menit memasuki masa injury time, Lewis Koumas berhasil meloloskan diri dan melepaskan sundulan yang gagal diantisipasi oleh lini belakang The Black Stars, dan menutup skor menjadi 1-1.

Meski kemenangan yang sudah ada di kantong terlepas begitu saja, Pelatih Ghana, Carlos Queiroz menolak untuk bersikap pesimistis.
Juru taktik asal Portugal tersebut menegaskan bahwa performa aktif dan saling menyerang yang ditunjukkan kedua tim, menjadi tontonan yang memuaskan bagi para suporter.

“Kami letakkan kemenangan itu di kantong kami, namun kami membiarkannya lolos di menit-menit akhir. Ini adalah waktu yang tepat untuk belajar bahwa ketika kita sedang unggul 1-0, tidak ada cara bagi kita untuk membiarkan poin itu hilang. Beberapa pemain bahkan baru bermain bersama untuk pertama kalinya, dan ini adalah sesi latihan penuh pertama kami dengan seluruh tim berkumpul bersama,” ujar Queiroz dikutip dari GFA.
Pandangan senada juga dilontarkan oleh bek tengah Ghana, Jerome Opoku. Pemain bertahan The Black Stars tersebut mengaku bangga dengan prospek yang ditunjukkan timnya, mengingat singkatnya waktu kebersamaan mereka di bawah arahan pelatih baru.
Menurutnya, kegagalan mengunci kemenangan ini hanyalah masalah detail-detail kecil yang bisa segera dibenahi dalam beberapa hari ke depan.
Tim nasional Ghana kini langsung mengalihkan seluruh fokus dan sisa energi mereka, untuk mematangkan persiapan menjelang turnamen akbar Piala Dunia FIFA 2026.
Ghana dipastikan harus melewati jalan yang terjal di fase grup, dimana mereka tergabung dengan Panama, Inggris, dan Kroasia. (*)
Hasil Lainnya International Friendly :
- Georgia vs Rumania: 1-1
- Filipina vs Guam: 5-1
Baca juga :





