Rio De Janeiro, Brasil – Tim nasional sepakbola Brasil sukses menyuguhkan pertunjukan menyerang yang sangat mematikan, dengan menghancurkan Panama lewat skor telak 6-2 dalam laga di Stadion Maracana.
Pertandingan ini menjadi panggung eksperimen taktis bagi juru taktik Carlo Ancelotti, yang menurunkan dua komposisi tim berbeda di masing-masing babak.
Enam gol kemenangan skuad Selecao Canarinho menjadi modal kepercayaan diri tinggi, sebelum mereka terbang ke Cleveland untuk menantang Mesir.
Eksperimen Radikal Pergantian Pemain
Pertandingan berjalan dengan skenario yang sangat unik, akibat adanya kesepakatan khusus di antara kedua federasi nasional.
Carlo Ancelotti memutuskan untuk merombak total 10 pemain sekaligus saat jeda babak pertama, menyisakan bek tengah Leo Pereira sebagai satu-satunya aktor yang tampil penuh selama 90 menit pertandingan.

Kerangka taktis babak pertama yang mengandalkan tekanan tinggi (high pressing), langsung membuahkan hasil instan saat laga baru berjalan enam puluh detik.
- Gol Pembuka Kilat: Menit pertama laga langsung bergetar, setelah Vinicius Junior memanfaatkan kesalahan operan lini tengah Panama, dan melepaskan tembakan roket yang bersarang telak di gawang Mosquera.
- Respons Cepat: Panama sempat memberikan perlawanan mengejutkan pada menit ke-12 setelah eksekusi tendangan bebas Murillo berbelok arah, akibat membentur pagar hidup Brasil & mengubah skor menjadi 1-1.
- Intervensi VAR: Aksi individu menawan Vinicius di sisi kiri diakhiri dengan umpan silang mendatar yang disundul masuk oleh Casemiro. Gol sempat ditinjau ulang VAR, sebelum akhirnya disahkan menjadi 2-1.
Transisi kendali permainan dari tim utama menuju tim cadangan di babak kedua, terbukti tetap berjalan mulus tanpa kehilangan daya gedor

- Memasuki paruh kedua, tim baru bentukan Ancelotti langsung menghukum kesalahan distribusi bola kiper Panama lewat sepakan Rayan pada menit ke-53.
- Diikuti gol kombinasi Lucas Paqueta (60′) yang memanfaatkan assist Douglas Santos.
- Kemudian eksekusi penalti Igor Thiago tiga menit berselang yang mengubah skor menjadi 5-1.
- Serta sontekan Danilo Santos hasil dari umpan manis Lucas Paqueta.
- Panama hanya mampu memperkecil kedudukan lewat gol Carlos Harvey enam menit sebelum laga usai.
Keberhasilan membagi menit bermain kepada hampir seluruh anggota skuad yang dipanggil, menjadi catatan kepuasan tersendiri bagi jajaran kepelatihan Brasil.
Dengan intensitas permainan yang konstan dari dua unit tim yang berbeda, Ancelotti berhasil membuktikan bahwa kedalaman skuadnya berada dalam kondisi yang sangat siap untuk menghadapi ketatnya jadwal turnamen akbar.

Carlo Ancelotti telah memperlihatkan kepada dunia formula yang menakutkan, sebuah tim nasional yang mampu mengganti sepuluh pemainnya di tengah laga tanpa kehilangan satu persen pun rasa lapar akan gol.
Setelah menuntaskan laga perpisahan di hadapan publik sendiri yang memadati Maracana, rombongan tim nasional Brasil dijadwalkan langsung bertolak menuju Ohio, Amerika Serikat, untuk mematangkan taktik final dalam laga uji coba lanjutan melawan Mesir.
Pesan dari Rio de Janeiro sudah terkirim dengan sangat jelas ke Cleveland dan penjuru dunia lainnya, bahwa Seleçao kali ini memiliki dua wajah, dan keduanya sama-sama mematikan. (*)
Baca juga :





