Antalya, Turki — Tim nasional sepakbola Iran membungkam Mali dengan skor meyakinkan 2-0 dalam laga uji coba terakhir menjelang Piala Dunia 2026.
Dua gol dari Saeid Ezatolahi dan Ramin Rezaeian berhasil membawa skuat berjuluk Team Melli tersebut, menutup rangkaian pemusatan latihan dengan modal tiga kemenangan berharga.
Namun, ketika peluit panjang berbunyi, kegembiraan di atas lapangan hijau seketika berbenturan dengan realitas pahit di luar stadion.
Mereka siap berangkat menuju Meksiko, tetapi nasib di turnamen sesungguhnya masih tertahan oleh rumitnya birokrasi dan ketegangan geopolitik global.
Kemenangan Manis di Tengah Konflik Domestik
Bagi para pemain Iran, kemenangan atas Mali bukan sekadar hasil pertandingan persahabatan biasa.
Laga-laga uji coba di Turki ini menjadi satu-satunya panggung kompetitif yang mereka miliki, setelah kompetisi domestik Iran dihentikan total sejak akhir Februari lalu akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel.

Meski minim menit bermain akibat situasi perang regional, anak asuh Team Melli membuktikan bahwa semangat mereka tidak padam.
- Efektivitas Lini Serang: Gol gelandang Saeid Ezatolahi di babak pertama dan bek kanan Ramin Rezaeian di babak kedua menunjukkan ketajaman skuat dari berbagai lini.
- Tren Positif Uji Coba: Iran mengantongi catatan impresif dengan tiga kemenangan, dan hanya satu kali kalah dari empat laga persiapan di Turki.
- Kondisi Fisik Pemain: Laga ini menjadi penyelamat bagi kondisi fisik para pemain liga lokal, yang sempat telantar akibat pembekuan kompetisi domestik.
Ketegangan politik langsung membayangi rencana perjalanan tim setelah laga usai. Iran awalnya dijadwalkan menempati markas latihan di Arizona, namun otoritas Amerika Serikat menolak keberadaan mereka di sana.

Beruntung Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum turun tangan dan setuju untuk menampung skuat Iran di kota perbatasan Tijuana.
Dengan mengantongi visa Meksiko yang baru saja dikonfirmasi, tim dijadwalkan terbang meninggalkan Turki pada akhir pekan ini menuju Tijuana.
Masalah terbesar Iran justru berada di depan mata. Hingga saat ini, dokumen visa untuk masuk ke wilayah Amerika Serikat belum juga mereka terima.
Padahal laga pembuka Grup F melawan Selandia Baru di Los Angeles tinggal menghitung hari, yakni pada 15 Juni mendatang.
Selain Selandia Baru, Iran juga dijadwalkan bertanding melawan Belgia di Los Angeles dan Mesir di Seattle. (*)
Baca juga :





