Tanjung Verde – Salah satu kejutan terbesar dalam Piala Dunia 2026 adalah partisipasi Tanjung Verde, yang menjalani debutnya sebagai salah satu wakil benua Afrika.
Sebagai negara terkecil kedua yang bermain di panggung Piala Dunia (setelah Curacao), Tanjung Verde telah mengundang perhatian bahkan sebelum turnamen tahun ini dimulai. Perjalanan timnas berjulukan The Blue Sharks tersebut menjadi bahan pembicaraan panas di dunia sepak bola, yang menatap mereka sebagai salah satu underdog dalam edisi tahun ini.
Ketika Tanjung Verde ditempatkan didalam ‘Group of Death’ dengan Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi, banyak yang menyangka bahwa The Blue Sharks akan pulang lebih awal. Namun, timnas bimbingan Bubista tersebut lagi-lagi memecahkan ekspektasi para penggemar sepak bola.
Dalam laga pembukaannya melawan Spanyol, Tanjung Verde berhasil menahan sang juara Eropa dengan skor kacamata. The Blue Sharks kemudian bertanding dengan Uruguay, dalam kontes ketat yang berakhir dengan skor 2-2.
Pertandingan terakhir Tanjung Verde di babak grup, dimana mereka menantang Arab Saudi, berakhir imbang tanpa gol. Tetapi, meskipun hanya mengantongi tiga poin dari tiga hasil seri, pencapaian tersebut lebih dari cukup untuk menyegel partisipasi Tanjung Verde di babak 32 besar sebagai runner-up grup H.
Hasil tersebut tentunya mengejutkan seluruh dunia sepak bola. Dalam sekilas mata, The Blue Sharks berganti status dari underdog ke salah satu kubu favorit yang menerima dukungan tidak hanya dari warga Tanjung Verde, tetapi juga dari sebagian besar penonton internasional.
Perjalanan Tanjung Verde sayangnya berakhir di 32 besar, dihadapan sang juara bertahan, Argentina. Akan tetapi, The Blue Sharks memastikan bahwa laga terakhirnya dalam turnamen tahun ini akan diingat sebagai salah satu pertandingan terbaik dalam Piala Dunia 2026.
Semua hal tersebut tersebut terwujud berkat magis Vozinha, veteran yang mengisi pos diantara tiang gawang Tanjung Verde.
Bintang Di Lapangan Dan Di Dunia Maya
Karir Vozinha sebelum Piala Dunia 2026 tampaknya cukup biasa. Selain bermain di tanah airnya, kiper berumur 40 tahun tersebut juga berkancah di Angola, Moldova, Siprus, Cyprus, and Slovakia. Kini, Vozinha membela Chaves, yang saat ini bertanding di divisi kedua Portugal.
Vozinha pertama kali mengundang perhatian usai laga pertama Tanjung Verde. Meskipun timnya gagal mengamankan tiga poin, penampilan Vozinha, yang menahan gempuran La Roja selama 90 menit, langsung menjadi bahan pembicaraan para pencinta sepak bola.
Dalam laga berikutnya, Vozinha gagal menjaga clean sheet, dalam laga panas melawan Uruguay yang berakhir dengan hasil imbang 2-2. Namun, sang kiper kembali mengundang pujian ketika gawangnya tetap bersih dalam pertemuan Tanjung Verde dengan Arab Saudi.
Ketika Argentina ditentukan sebagai lawan Tanjung Verde di babak 32 besar, banyak yang menduga bahwa sang juara bertahan akan mencatat kemenangan miring atas The Blue Sharks. Namun, Vozinha dan rekan-rekannya berkata lain.
Yang pada awalnya disangka sebagai laga miring, justru berakhir sebagai kontes paling sengit di Piala Dunia 2026. Argentina tetap mengamankan kursinya di babak perempat final, tetapi, mereka harus bekerja keras akibat penampilan cemerlang Vozinha diantara tiang gawang.

Meskipun Tanjung Verde harus angkat koper lebih awal, para penggemar sepak bola tidak melupakan performa Vozinha, yang kini menjadi sensasi besar di dunia maya. Sejak pertemuan The Blue Sharks dengan Spanyol, jumlah follower sang kiper di media sosial Instagram langsung meroket.
Sebelum awal turnamen tahun ini, akun Vozinha hanya diikuti oleh beberapa ribu orang. Kini, dengan 25 juta followers, Vozinha memegang rekor sebagai kiper dengan pengikut terbanyak di Instagram, melompati legenda Real Madrid, Iker Casillas.
Selain di dunia maya, Vozinha juga menerima pujian di tengah lapangan. Sebagaimana dikutip dari La Tercera, sang kiper mengungkapkan ucapan positif yang ia terima dari legenda Argentina, Lionel Messi.

“Saya mendekati Messi setelah pertandingan… dia memeluk saya dan berkata ‘kamu hebat, orang-orangmu harus bangga padamu’. Itu luar biasa bagi saya” ujar Vozinha.
“Mendengar kata-kata seperti itu dari seseorang seperti Leo Messi sangat berarti bagi saya. Saya berterima kasih padanya dan mengatakan kepadanya ‘terima kasih Leo, Anda adalah yang terbaik’”.
Pencapaian Vozinha di panggung internasional tentunya mengundang perhatian beberapa klub yang kini mengincar tanda tangan sang kiper. Berdasarkan laporan jurnalis Marcelo Braga, dua klub Serie B Brasil, Atlético Goianiense dan Avaí, telah memulai diskusi untuk mengamankan jasa Vozinha, yang pada tanggal 30 bulan ini akan menjadi agen bebas usai akhir kontraknya dengan Chaves.
Tidak mengejutkan, mengingat bahwa Vozinha memiliki statistik penyelamatan 78% dari 74 tembakan yang ia hadapi sepanjang jalan turnamen.
Vozinha, dan seluruh skuad Tanjung Verde, menjadi bukti yang menyatakan bahwa Piala Dunia bukan sekedar turnamen biasa. Perjalanan mereka mungkin berakhir dini, akan tetapi, jiwa pertarungan The Blue Sharks menjadi hal istimewa yang mengundang kehormatan dari seluruh dunia sepak bola. (VT)
Baca juga :





