Oslo, Norwegia – Tim nasional Swedia harus menelan pil pahit setelah ditumbangkan musuh bebuyutan mereka, Norwegia, dengan skor 1-3 dalam laga uji coba perdana menjelang Piala Dunia 2026.
Pertandingan yang digelar sebagai ajang pemanasan ini menjadi panggung dominasi total tuan rumah, di mana Jørgen Strand Larsen mencetak brace dan Antonio Nusa menambah keunggulan di babak pertama.
Swedia hanya mampu membalas satu gol lewat aksi individu Alexander Isak. Kekalahan ini menjadi alarm peringatan bagi skuad Swedia karena mereka tampil tanpa energi di paruh pertama.
Hal itu berbanding terbalik dengan determinasi tinggi Norwegia, yang sukses mengeksploitasi setiap celah pertahanan lawan sebelum kompetisi resmi bergulir dalam hitungan minggu.
Awal Berantakan & Dominasi Total
Sejak peluit pertama berbunyi, perbedaan sikap antara kedua tim terlihat sangat mencolok. Norwegia tampil dengan intensitas sepakbola internasional yang sesungguhnya.
Sementara para pemain Swedia justru terlihat lesu, layaknya sedang menjalani sesi latihan ringan. Akibatnya, Norwegia menguasai hampir seluruh duel perebutan bola, dan terus-menerus mengancam gawang Swedia.
- Jorgen Strand Larsen yang mencetak dua gol (brace) membuka keunggulan lewat sundulan di menit ke-9, dan menutup babak pertama dengan gol sundulan kedua dari skema sepak pojok pada menit ke-37.
- Pada menit ke-18, Antonio Nusa dengan mudah melewati Gustaf Lagerbielke untuk menceploskan gol kedua Norwegia.
Skor 3-0 di babak pertama sebenarnya bisa jauh lebih buruk, jika kiper Zetterstrom tidak melakukan serangkaian penyelamatan gemilang di bawah mistar.

Menyadari timnya buntu, Swedia melakukan langkah drastis dengan melakukan tujuh pergantian pemain sekaligus saat memasuki babak kedua.
- Titik terang akhirnya muncul pada menit ke-76. Alexander Isak yang masuk di menit ke-63, membuktikan kelas dunianya, dengan melepaskan tembakan presisi ke tiang jauh yang mengubah skor menjadi 3-1.
- Swedia hampir saja menambah gol lewat Sebastian Nanasi, namun peninjauan VAR menganulir gol tersebut.
Menanggapi hasil mengecewakan ini, kapten tim Victor Nilsson Lindelof yang baru masuk di sisa 30 menit pertandingan mencoba mendinginkan suasana.
Berbicara kepada Viaplay, Lindelof mengakui timnya kekurangan energi di awal laga namun menegaskan bahwa ini hanyalah bagian dari proses persiapan fisik untuk target yang jauh lebih besar di Amerika Utara nanti.
Bagi sang kapten, menjaga kondisi tubuh dan menit bermain pemain jauh lebih penting daripada hasil akhir di papan skor laga latihan ini.
Ujian sesungguhnya bagi Swedia akan tersaji saat menghadapi Yunani. Satu yang pasti, di level internasional, tidak ada ruang bagi tim yang datang hanya untuk “latihan” ketika lawan sudah siap untuk berperang. (*)
Baca juga :





