Milan, Italia – Ada kalanya sebuah papan skor kehilangan kuasanya untuk mendikte emosi manusia, terutama ketika stadion sepakbola berubah menjadi panggung teatrikal yang merayakan akhir dari sebuah penantian emas.
Berlangsung di hadapan puluhan ribu pendukung yang memadati Stadion San Siro, Inter Milan resmi menutup laga kandang terakhir mereka di pekan ke-37 Serie A dengan hasil imbang 1-1 melawan Hellas Verona.
Skuad asuhan Chivu memecah kebuntuan melalui gol bunuh diri pemain Verona, Edmundsson, sebelum akhirnya tim tamu menyamakan kedudukan lewat gol larut dari Bowie.
Hasil ini mempertegas status Nerazzurri sebagai Sang Penguasa Italia musim ini, mengubah sisa waktu pertandingan di San Siro menjadi hitung mundur perayaan yang emosional bagi seluruh elemen klub.
Romansa Lini Belakang Veteran

Pertandingan pekan ke-37 ini bergulir dengan atmosfer unik; sebuah laga yang sejak awal tidak terasa seperti kompetisi penuh tekanan, melainkan hitung mundur menuju upacara penghargaan tertinggi sepakbola Italia.
Di bawah bayang-bayang atap stadion yang megah, Chivu menurunkan komposisi lini pertahanan yang terbilang baru namun sarat akan memori historis.
- Sang pelatih mempercayakan tembok belakang kepada tiga pilar utama Inter dalam beberapa tahun terakhir: Matteo Darmian, Stefan de Vrij, dan Francesco Acerbi.
- Walau menguasai seperempat jam pertama, Nerazzurri sempat kesulitan membongkar kerapatan ruang vertikal tim tamu.

Skenario pertandingan langsung berubah cepat begitu paruh kedua digulirkan. Inter Milan berhasil memecah kebuntuan, meski lewat gol bunuh diri bek Verona.
- Dari situasi bola mati, Sucic melepaskan umpan lambung akurat yang gagal digapai Bonny, namun bola justru memantul mengenai tubuh Edmundsson (47′) dan masuk ke gawangnya sendiri untuk membawa Inter unggul 1-0.
- Efektivitas Verona justru berbicara di menit ke-91. Setelah Edmundsson menyapu bola Sucic tepat di garis gawang, bola liar langsung disambar oleh Kieron Bowie untuk memaksakan skor akhir imbang 1-1.
Ketika wasit Calzavara meniup peluit panjang, skor di papan nama tidak lagi memiliki arti bagi puluhan ribu pasang mata di tribun.

Kendati gagal meraih poin penuh, hasil akhir itu sama sekali tidak mengurangi kesempurnaan atmosfer kegembiraan total di atas lapangan.
Hasil imbang ini tetap mengantarkan Inter Milan ke podium tertinggi, untuk mengangkat trofi Scudetto dengan kepala tegak.
Sang kapten Lautaro Martinez memimpin rekan-rekannya membawa trofi Coppa Italia pra-laga, yang disusul prosesi sakral pengangkatan trofi juara Scudetto, yang dilanjutkan dengan parade juara mengitari jalan-jalan kota Milan. (*)
Hasil Lainnya Serie A :
- Como vs Parma Calcio: 1-0
- Atalanta vs Bologna: 0-1
Baca juga :





