Manchester, Inggris – Di hadapan 60,332 pasang mata, Manchester City dipaksa menelan kekalahan tipis 1-2 dari Aston Villa pada pertandingan pamungkas pekan ke-38 Liga Inggris musim 2025/2026.
Skuad tuan rumah sebenarnya sempat memimpin terlebih dahulu pada babak pertama melalui Antoine Semenyo, sebelum tim tamu asuhan Unai Emery bangkit membalikkan keadaan pascajeda lewat brace Ollie Watkins.
Gol Pembuka Bintang Masa Depan
Begitu kedua tim melangkah memasuki rumput Etihad, spanduk-spanduk raksasa bergambar wajah Pep, Bernardo, dan Stones diturunkan secara megah dari tribun East Stand, diiringi gemuruh lagu puluhan ribu suporter.
Guardiola yang melakukan penyegaran taktis massal dengan sembilan rotasi pemain setelah jadwal padat final FA Cup, langsung memerintahkan anak asuhnya tampil menyerang.
- Savinho yang menikmati cuaca cerah ala Brasil berulang kali meneror sisi sayap kiri, sementara sepakan sudut sempit Bernardo Silva masih mampu dimentahkan kiper Marco Bizot.
- Gelombang serangan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil manis pada menit ke-23 pertandingan. Berawal dari skema sepak pojok yang dieksekusi dengan sangat akurat oleh Tijjani Reijnders, bola mengarah tepat ke tiang jauh di mana Antoine Semenyo berdiri bebas tanpa kawalan berarti, untuk membawa City unggul 1-0.

Petaka Pantulan & Guard of Honour
Situasi berubah total hanya dalam waktu dua menit, setelah babak kedua dimulai. Berawal dari sepak pojok yang langsung diambil Leon Bailey, dimanfaatkan sempurna oleh Ollie Watkins untuk mengubah skor menjadi 1-1.
- Tepat sebelum pertandingan memasuki waktu satu jam berjalan, momen paling menguras air mata terjadi di atas lapangan hijau ketika papan pergantian pemain menyala. Bernardo Silva ditarik keluar lapangan untuk terakhir kalinya dalam balutan jersey biru langit.
- Sang penyihir asal Portugal itu melambaikan tangan ke arah empat sisi tribun dengan mata berkaca-kaca sembari menggendong putri kecilnya, berjalan perlahan melewati barisan penghormatan (guard of honour) yang dibentuk secara spontan oleh seluruh pemain City dan Villa.
- Kehilangan ritme permainan pasca-pergantian emosional tersebut langsung dihukum tunai oleh tim tamu. Ollie Watkins kembali lolos dari jebakan offside, dan melepaskan tembakan ke gawang James Trafford.
- Gol tersebut sempat dianulir hakim garis, sebelum analisis VAR menyatakan Watkins berada dalam posisi onside dan mengubah papan skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Villa.

Tepat di menit ke-78, air mata suporter kembali tumpah ketika John Stones ditarik keluar dengan prosesi guard of honour yang serupa, sebagai tanda penghormatan atas satu dekade dedikasinya bagi The Cityzens.
Drama mencapai puncaknya tepat pada menit ke-90, ketika seluruh tribun penonton tuan rumah sempat meledak dalam kegembiraan massal.
Phil Foden melepaskan sebuah tembakan roket spektakuler yang menghujam deras masuk ke dalam gawang Villa, namun VAR menganulir gol itu karena posisi Foden telah offside.
Hingga 10 menit masa injury time berakhir, skor tetap tidak berubah, menandai berakhirnya minggu paling luar biasa dalam hidup Ollie Watkins yang baru saja mendapat panggilan timnas Inggris untuk ajang Piala Dunia.

Hasil akhir ini menodai laga perpisahan manajer legendaris Pep Guardiola, serta dua pilar ikonik John Stones dan Bernardo Silva.
Namun posisi City sebagai peringkat kedua klasemen akhir Liga Inggris, dengan jaminan tiket UEFA Champions League serta raihan trofi domestik Carabao Cup dan FA Cup, tetap tidak tergoyahkan.
Rekor penonton sebanyak 60.332 orang pada laga pamungkas ini juga menjadi saksi hidup, dibukanya tribun baru yang diperluas dan dinamai menggunakan nama Pep Guardiola.
Bagi Aston Villa, kemenangan dramatis ini menyempurnakan pekan paling bersejarah mereka, setelah sebelumnya sukses merengkuh takhta juara UEFA Europa League di Istanbul, sekaligus mengunci peringkat ke 4 klasemen akhir (*)
Baca juga :





