Cleveland, AS — Kadang-kadang, identitas sebuah tim besar tidak diukur dari warna jersi yang mereka kenakan, melainkan dari bagaimana cara mereka meredam kejutan di atas lapangan hijau.
Tim Nasional Brasil saat melakoni laga uji coba terakhir sebelum turun di panggung akbar Piala Dunia, berhasil menumbangkan perlawanan sengit Mesir.
Bertanding di Huntington Bank Field, Cleveland pada Minggu (07/06/26), skuad asuhan Carlo Ancelotti dengan skor tipis 2-1 di hadapan 64.311 penonton yang memadati stadion.
kemenangan Selecao dipastikan gol kilat Bruno Guimaraes di babak pertama dan penyelesaian taktis Endrick di awal babak kedua. Sementara Mesir sempat membalas lewat gol Zico.
Laga pemanasan pamungkas ini menjadi panggung eksperimen besar bagi Tim Samba, yang menurunkan total 22 pemain demi mematangkan kesiapan taktis,
Pertandingan itu sekaligus menjadi simulasi penting, sebelum mereka melakoni laga debut resmi melawan Maroko di New Jersey.
Eksperimen Pemain & Kelengahan Lini Belakang
Sejak peluit pertama ditiupkan, Brasil yang secara mengejutkan tampil mengenakan kombinasi jersi biru, celana pendek hitam, dan kaus kaki hitam langsung memperagakan permainan menekan yang agresif.
Strategi pressing ketat yang diterapkan Carlo Ancelotti pada skema bangun serangan (build-up) Mesir, langsung membuahkan hasil manis ketika pertandingan baru berjalan 8 menit.

- Gelandang Brasil Bruno Guimaraes berhasil merebut penguasaan bola, dan melepaskan tembakan akurat yang mengubah papan skor menjadi 1-0.
- Kegembiraan Brasil tidak bertahan lama akibat kesalahan fatal di lini pertahanan mereka. Memanfaatkan momentum tersebut, pemain Mesir Mostafa Ziko, sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
- Tim Samba terpaksa melakukan pergantian pemain prematur ketika Wesley harus meninggalkan lapangan sambil menangis, akibat merasakan sakit di selangkangan kirinya yang kemudian digantikan Danilo.
Setelah skor menjadi imbang, Seleçao praktis mendominasi penuh jalannya pertandingan dengan gelombang serangan yang berbahaya.
Barisan penyerang yang dimotori oleh Vini Junior, Raphinha, hingga Igor Thiago (yang mendapatkan dua peluang emas) berkali-kali mengancam gawang lawan.
Namun kokohnya performa penjaga gawang Mesir, Shobeir, membuat skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki jeda pertandingan, Carlo Ancelotti memenuhi janjinya untuk melakukan rotasi besar-besaran dengan melakukan beberapa pergantian pemain sekaligus.

Persis seperti skema yang ia terapkan saat Brasil membantai Panama di Maracana dalam laga uji coba sebelumnya. Langkah ini terbukti jitu untuk menyuntikkan energi dan ritme permainan yang baru bagi Selecao. Raphinha yang bergerak aktif di sisi menyerang melepaskan umpan silang mendatar akurat ke dalam kotak penalti, yang langsung disambar Endrick menggunakan kaki kirinya untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Gol penentu kemenangan tersebut menjadi torehan keempat bagi sang striker muda bersama tim nasional, sekaligus menandai golnya untuk Brasil dalam kurun waktu dua tahun ini.
Di sisa waktu pertandingan, Brasil dengan matang mengendalikan tempo permainan sembari terus menebar ancaman barisan pertahanan Mesir hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan tipis di Cleveland ini sekaligus mempertegas dominasi historis Brasil atas Mesir, dengan rekor sempurna tujuh kemenangan dari tujuh pertemuan yang sudah dilakoni kedua negara.
Selain mematangkan rotasi 22 pemain, laga ini juga menjadi ajang adaptasi bagi Selecao yang dijadwalkan akan kembali mengenakan kombinasi seragam biru-hitam-hitam, pada pertandingan kedua mereka di putaran final Piala Dunia nanti saat menghadapi Haiti. (*)
Hasil Lainnya International Friendly :
- Cayman Islands vs Gibraltar: 1-4
- British Virgin Islands vs Bonaire: 2-0
- Wales vs Rumania: 1-2
- Albania vs Luxembourg: 0-1
- Panama vs Bosnia & Herzegovina: 1-1
- Skotlandia vs Bolivia: 4-0
- Cape Verde vs Bermuda: 3-0
- Curacao vs Aruba: 4-0
- Qatar vs El Savaldor: 0-0
- Afrika Selatan vs Jamaika: 1-0
Baca juga :





