Portugal – Pelatih Timnas Portugal, Roberto Martinez, resmi meninggalkan posisinya setelah Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Keputusan tersebut diumumkan secara resmi oleh Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) pada Rabu (08/07/26), tepat setelah Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan ditundukkan oleh Spanyol dalam babak 16 besar dengan hasil tipis 1-0.
“Federasi Sepakbola Portugal menginformasikan bahwa hubungan kontrak dengan pelatih timnas, Roberto Martinez, dan staff kepelatihannya resmi berakhir Rabu ini.” Tulis FPF melalui website resminya.
Dalam jumpa pers pasca pertandingan melawan Spanyol, Martinez sendiri juga menyatakan bahwa laga tersebut akan menandai terakhir kalinya ia menjabat sebagai pelatih Portugal.
“Ini tentu pertandingan terakhir saya untuk tim nasional Portugal…” Ucap Martinez, sebagaimana dikutip dari situs resmi FPF.
“Namun saya punya dua catatan: pertama, berterima kasih kepada rakyat Portugis karena ini adalah periode yang luar biasa, sebuah kebanggaan yang tidak dapat saya gambarkan. Kekuatan, energi para penganutnya, seluruh rakyat. Terima kasih untuk itu. Saya membawa kenangan seumur hidup. Kemudian, terima kasih kepada para pemain atas pekerjaan mereka karena itu luar biasa. Begitu banyak bakat.”

Dalam waktunya bersama Timnas Portugal, yang berawal pada Januari 2023 lalu, Martinez membimbing tim asuhannya menuju final Nations League UEFA 2025, dimana mereka menumbangkan Spanyol dan menggenggam trofi kedua dalam turnamen tersebut.
Sebelum ia berkancah bersama Portugal, pelatih asal Spanyol tersebut sempat memimpin Timnas Belgia, dalam masa jabatan yang berjalan dari 2016 hingga 2022.
Prestasi terbaik Belgia selagi dibawah bimbingan Martinez dicapai dalam Piala Dunia 2018, dimana ia menuntun timnya menuju babak semifinal. Sayangnya, mereka digugurkan oleh Prancis, yang pada akhirnya mengamankan gelar juara dunia.
Waktu Martinez bersama timnas berjulukan The Red Devils tersebut berakhir setelah Belgia gagal lolos dari babak grup dalam turnamen Piala Dunia 2022 lalu.
FPF menyampaikan bahwa mereka sudah memulai upaya untuk mencari pengganti Martinez, “dengan tujuan untuk terus mempromosikan ambisi dan budaya kemenangan yang harus selalu membimbing Tim Nasional di semua kompetisi yang diperebutkan.” (VT)
Baca juga :





