Manchester, Inggris – Di bawah langit North West England, Manchester City resmi menutup lembaran agung dalam sejarah klub seiring berakhirnya masa bakti satu dekade penuh kejayaan manajer legendaris, Pep Guardiola.
Pep pergi bersama dua pilar setianya, Bernardo Silva dan John Stones. Meskipun laga pamungkas di Stadion Etihad diwarnai kekalahan tipis 1-2 dari Aston Villa, pesta perpisahan masif tetap meledak dalam acara ‘After Party’ di Co-Op Live setelah parade bus atap terbuka menyusuri jalanan kota Manchester.
Ketiga legenda tersebut menyudahi era transformatif ini dengan kepala tegak, setelah mengamankan dua trofi mayor tambahan musim ini, Piala FA dan Carabao Cup, serta finis sebagai runner-up Premier League.
Keteguhan visi manajemen klub dan fondasi finansial-taktis yang kokoh, membuat Pep Guardiola meninggalkan Etihad dengan keyakinan besi bahwa suksesornya kelak akan terlindungi dan membawa City terus merajai Eropa.
Pidato Perpisahan & Fondasi Suksesor

Berdiri di podium ruang konferensi pers untuk terakhir kalinya, Pep Guardiola tampak sangat tenang dalam keyakinannya mengenai masa depan klub.
Pelatih asal Catalan yang menuntaskan laga ke-593 bersama City ini, melampaui rekor 592 laga milik Les McDowall, menegaskan bahwa struktur internal Manchester City terlalu kuat untuk runtuh.
Ia menjamin bahwa suksesornya nanti akan mendapatkan perlindungan luar biasa dari petinggi klub seperti Txiki Begiristain, Hugo Viana, Ferran Soriano, dan terutama Khaldoon Al Mubarak.
“Ketika pihak klub memberi tahu saya siapa orangnya, saya akan meneleponnya. Saya akan mengatakan: jadilah dirimu sendiri. Klub akan mendukungmu tanpa syarat, yang merupakan bentuk pujian terbesar,” ucap Pep di hadapan media dikutip dari MCFC.

Guardiola juga berpesan kepada para pendukung setia, agar tidak hanya mematok kebahagiaan saat memenangkan trofi Champions League, melainkan menikmati setiap proses pertandingan, bahkan saat melawan tim tangguh seperti Aston Villa, Arsenal, atau Chelsea. Bagi Pep, raihan 865 poin dari 380 laga Premier League (rata-rata 2,28 poin per laga) yang unggul 64 angka dari pesaing terdekat mereka, Liverpool (801 poin), adalah bukti nyata dari indahnya proses kerja keras harian yang mereka bangun dari nol.
- Koleksi 20 Trofi Mayor: Selama satu dekade, kolaborasi ketiganya menghasilkan 20 gelar bergengsi termasuk 6 trofi Premier League dan 1 trofi suci continental Treble (2022/23).
- Rekor Statistik: Guardiola mencatatkan rasio kemenangan 70% dari 593 laga, mengungguli persentase kemenangan Sir Alex Ferguson (65,2%) dan Arsene Wenger (57,2%).
Ungkapan Hati Bernardo Silva & John Stones
Kehilangan terbesar City di atas lapangan tidak hanya terjadi di kursi manajer, melainkan juga di sektor kedalaman skuad seiring kepergian Bernardo Silva dan John Stones.
Bernardo, yang merupakan pemain paling sering dipilih oleh Pep dengan catatan 460 penampilan di semua kompetisi, tidak mampu membendung rasa harunya.
Dilansir dari MCFC, Kapten asal Portugal itu memuji Pep setinggi langit, sebelum melangkah ke pelabuhan baru dalam kariernya.

“Dia adalah yang terbaik sepanjang masa, dia adalah ayah sepakbola saya. Saya sangat berterima kasih atas caranya memercayai saya dan mendukung saya di momen-momen sulit,” ujar Bernardo Silva dengan emosional.
Sahabat karibnya, John Stones, yang bergabung satu tahun lebih awal, turut memberikan penghormatan magis bagi keanggunan gaya bermain Bernardo.
Mengenang pertemuan pertama mereka saat City menghadapi Monako sembilan tahun lalu, Stones mengaku sangat kehilangan sosok penyihir lapangan tersebut.
Stones, yang menjadi bagian dari enam pemain peraih keenam gelar liga bersama Kevin De Bruyne, Ederson, Phil Foden, dan Kyle Walker, juga menyampaikan pesan mendalam bagi para fans.

“Ini benar-benar segalanya, sesuatu yang dari lubuk hati terdalam tidak bisa saya jelaskan. Saya harap saya sudah membuat kalian semua bangga lewat cara saya bermain dan bagaimana saya merepresentasikan klub ini,” tutur Stones sembari menutup perayaan yang menandai akhir dari era terhebat sepakbola Inggris tersebut.
John Stones menangis haru di hadapan publik Co-Op Live, berterima kasih atas dukungan penuh fans untuk dirinya dan keluarganya selama 10 tahun.
Kepergian paket trio pemenang 20 trofi mayor ini menandai akhir dari revolusi taktis, yang tidak hanya mendominasi tanah Inggris lewat pembungkusan rekor 100 poin, melainkan juga mengubah lanskap sepakbola modern secara global. (*)
Daftar Trofi Pep Guardiola, Bernardo Silva & John Stones di Manchester City :
- Premier League (2017/18, 2018/19, 2020/21, 2021/22, 2022/23, 2023/24)
- Champions League (2022/23)
- FA Cup (2018/19, 2022/23, 2025/26)
- League Cup (2017/18, 2018/19, 2019/20, 2020/21, 2025/26)
- Super Cup (2023)
- FIFA Club World Cup (2023)
- Community Shield (2018, 2019, 2024)
Baca juga :





