Riyadh, Arab Saudi – Bintang Al Nassr, Joao Felix, resmi dinobatkan sebagai Player of the Season dalam penganugerahan SPL Awards musim 2025-2026.
Penyerang internasional Portugal yang didatangkan dari Chelsea tersebut sukses memenangkan pemungutan suara berbobot ketat, mengungguli Cristiano Ronaldo, Julian Quinones, Ivan Toney, dan Ruben Neves.
Felix yang mengemas 20 gol dan 13 asis di musim debutnya, menyempurnakan pesta kejayaan Al Nassr bersama sang juru taktik Jorge Jesus yang turut menyabet gelar Manager of the Season.
Dominasi ini menjadi bukti sahih runtuhnya hegemoni lama, seiring keberhasilan klub ibu kota mengunci gelar juara Roshn Saudi League (RSL) dengan keunggulan dua poin dari rival terdekat mereka, Al Hilal.
Sistem penilaian mutakhir yang memadukan suara pelatih kepala, kapten tim, jurnalis olahraga terkemuka kerajaan, serta basis suara penggemar, menegaskan bahwa kesuksesan mutlak ini bukanlah sebuah kebetulan taktis semata.
Rekor Cetak Biru Taktis
Langkah manajemen Al Nassr memboyong Joao Felix dari Chelsea, terbukti menjadi keputusan bisnis dan taktis paling brilian di semenanjung Arab sepanjang musim ini.
Sang penyerang langsung menggebrak lewat torehan hat-trick pada laga debutnya, sebelum akhirnya menutup kompetisi dengan raihan sembilan penghargaan Man of the Match dari total 33 penampilan.
Panel pemungutan suara yang menempatkan porsi 40 persen suara bagi pelatih dan kapten, 15 persen bagi jurnalis, serta 5 persen bagi fans, sepakat menempatkan visi bermain Felix di atas para pesaingnya.

Kecemerlangan individu tersebut berpadu sempurna dengan tangan dingin Jorge Jesus, yang merancang Al Nassr menjadi mesin pemenang yang menakutkan.
Pelatih asal Portugal itu mengantarkan klub ibu kota merengkuh gelar juara liga pertama mereka dalam tujuh musim terakhir, setelah memenangkan 28 dari 34 laga.
Al Nassr tidak hanya keluar sebagai tim paling produktif dengan torehan 91 gol, melainkan juga menorehkan rekor klub berupa 16 kemenangan beruntun dari pertengahan Januari hingga Mei.
Catatan 17 laga tanpa kebobolan sepanjang musim menjadi pelengkap mengapa empat dari tujuh penghargaan bulanan, berhasil disapu bersih oleh Jesus sebelum ia menyatakan mundur dari kursi kepelatihan.
Darah Muda Lokal & Rekor Sepatu Emas

Di luar dominasi sang juara bertahan, panggung SPL Awards musim ini juga menjadi tempat unjuk gigi bagi talenta lokal potensial, Musab Al Juwayr.
Gelandang andalan Al Qadsiah berusia 22 tahun itu sukses menyabet gelar Pemain Lokal Arab Saudi Terbaik, berkat sumbangan enam gol dan 11 assist yang membawa klubnya finis di peringkat keempat klasemen.
Kemampuan distribusinya yang melepaskan lebih dari 2.000 operan sukses, menjadikannya pilar krusial yang dinanti dalam kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 mendatang.
Sementara itu, gelar Bakat Muda Terbaik resmi diteruskan kepada penyerang sayap Al Kholood, Abdulaziz Al Elewa, yang mencetak empat gol dan tampil di 33 laga RSL.
Pertarungan paling dramatis justru tersaji di garis finis perburuan sepatu emas, antara Julian Quinones dan Ivan Toney.
Quinones secara luar biasa mencetak hat-trick ke gawang Al Ittihad pada pertandingan hari terakhir, membuat koleksi golnya melesat ke angka 33 gol sekaligus menggusur Toney (32 gol) dari puncak pimpinan.

Striker Al Qadsiah yang bersiap menuju Piala Dunia bersama Meksiko ini, juga menjadi pemain kelima dalam sejarah yang mencetak empat kali hat-trick dalam satu musim RSL.
Sektor pertahanan ditutup oleh persaingan ketat Edouard Mendy dan Yassine Bono, yang sama-sama mengoleksi 14 clean sheet dan 46 penyelamatan.
Namun Mendy berhak membawa pulang sarung tangan emas, berkat keunggulan rasio kebobolan 0,69 per pertandingan serta catatan tiga kali menggagalkan eksekusi penalti lawan di sepanjang musim kompetisi berjalan. (*)
Baca juga :





