Boston, AS – Ada momen di mana waktu seolah melambat dan napas seisi stadion tertahan di tenggorokan, ketika sepakan penalti Kylian Mbappe di babak pertama dibaca dengan sempurna Yassine Bounou, riuh rendah pendukung Maroko membubung tinggi, mengira sang raksasa akhirnya goyah.
Namun, sejarah selalu punya cara unik untuk menguji seorang pemenang, bagi seorang Mbappe, kegagalan bukanlah akhir, melainkan bahan bakar untuk sebuah penebusan dosa yang teramat kejam.
Tim Nasional Prancis resmi mengamankan tiket babak semifinal Piala Dunia FIFA 2026, setelah menumbangkan Maroko dengan skor murni 2-0 pada laga perempat final di Boston Stadium.
Sempat frustrasi akibat kegagalan penalti di paruh pertama, sang kapten Kylian Mbappe bangkit secara luar biasa untuk memecah kebuntuan, sebelum mengarsiteki gol Ousmane Dembele sebagai penutup laga.
Kemenangan krusial ini mengantarkan Les Bleus menembus babak empat besar dalam tiga edisi Piala Dunia berturut-turut, untuk menantang Spanyol demi satu tiket ke partai puncak.
Tembok Bounou hingga Magis Menit 60
Prancis langsung tancap gas sejak peluit pertama. Pertandingan baru berjalan 5 menit saat Dayot Upamecano menyambut umpan sepak pojok dengan sundulan tajam, walau bola masih mendarat di pelukan penjaga gawang Maroko, Yassine Bounou.
- Dominasi total penguasaan bola oleh anak asuh Didier Deschamps mencapai puncaknya saat Noussair Mazraoui menjatuhkan Mbappe di area terlarang.
- Mbappe maju sendiri sebagai eksekutor, namun Bounou bergerak sangat lincah, menepis bola keluar dan memaksa babak pertama berakhir tanpa gol.

- Memasuki menit ke-60, magis itu akhirnya datang. Menerima umpan di tepi kotak penalti, Kylian Mbappe melepaskan tendangan melengkung mematikan yang bersasar telak ke pojok tiang jauh gawang Maroko.
- Hanya berselang enam menit, sang megabintang kembali mengacak-acak lini belakang lawan sebelum menyodorkan umpan matang kepada Ousmane Dembele, yang diselesaikan dengan tembakan dingin ke sudut bawah gawang.
Hasil 2-0 dari pertandingan ini tidak sekadar meloloskan Prancis, tetapi juga mengukir sejumlah tinta emas di buku rekor sepakbola dunia.
Kylian Mbappe kini telah mencetak gol di lima dari enam laga Prancis sepanjang turnamen dan memimpin perburuan Golden Boot.
Mbappe juga sudah mengoleksi total 20 gol Piala Dunia, tepat berada di bawah rekor sepanjang masa milik Lionel Messi (21 gol).
Sementara Ousmane Dembele resmi menjadi pemain Prancis ketiga yang sukses mencetak 5 gol dalam satu edisi Piala Dunia, menyusul Just Fontaine dan Mbappe.

Kekalahan ini meninggalkan luka mendalam namun sekaligus kebanggaan bagi kubu Singa Atlas. Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi mengakui timnya kalah kelas oleh aksi-aksi individu.
“Kami harus mengakui kalau lawan yang kami hadapi sangatlah tangguh. Kami benar-benar kesulitan di babak pertama, dan penyelamatan penalti dari Bounou-lah yang membuat kami tetap punya peluang di pertandingan ini. Kami bertahan lebih baik di babak kedua dan bermain lebih tenang saat memegang bola. Namun pada akhirnya, momen kejeniusan individu dari Mbappe yang menjadi pembeda,” ujar Ouahbi dikutip dari FIFA.
Di sisi lain, Didier Deschamps selaku Juru Taktik Prancis memilih untuk tetap membumi meski euphoria di luar sana sedang meledak.
“Baguslah, ini pertandingan yang sangat ketat. Hari ini kami sempat gagal penalti dan menyia-nyiakan beberapa peluang. Soal Kylian, tidak ada masalah sama sekali, dia tidak pernah ragu pada kemampuannya, meskipun dia sempat gagal memanfaatkan peluang sebelum akhirnya mencetak gol. Para pemain punya kewajiban untuk melakukan apa saja demi melangkah sejauh mungkin. Kami baru saja melewati rintangan yang sangat besar,” ungkap Deschamps.
Prancis kini mengalihkan pandangan tajam mereka ke Dallas, di mana armada matador Spanyol telah berdiri menanti dengan pedang terhunus, siap menyajikan laga semifinal monumental dalam sejarah sepakbola modern. (*)
Baca juga :





